TIPS SEHAT: Brokoli jauhkan kanker payudara

CHICAGO: Perempuan China yang mengonsumsi kubis, brokoli dan sayuran hijau memiliki peningkatan peluang selamat dari kanker payudara dibandingkan dengan perempuan yang tak memakan sayuran tersebut.Temuan itu berasal dari data 4.886 penyintas kanker payudara
News Editor
News Editor - Bisnis.com 06 April 2012  |  02:16 WIB

CHICAGO: Perempuan China yang mengonsumsi kubis, brokoli dan sayuran hijau memiliki peningkatan peluang selamat dari kanker payudara dibandingkan dengan perempuan yang tak memakan sayuran tersebut.Temuan itu berasal dari data 4.886 penyintas kanker payudara di China dalam usia 20-75 tahun yang didiagnosis berada pada stadium satu sampai stadium empat kanker payudara dari 2002 sampai 2006 dan menjadi bagian dari studi Peluang Hidup dari Kanker Payudara Shanghai.Perempuan yang mengonsumsi lebih banyak sayuran hijau selama lebih dari 36 bulan setelah diagnosis mereka memperlihatkan risiko mereka menemui ajal akibat sebab apa pun, turun sebesar 27 persen sampai 62 persen, dibandingkan dengan perempuan yang melaporkan mereka memakan sayuran itu lebih sedikit, atau tidak sama sekali.Risiko meninggal akibat kanker payudara turun sebesar 22% sampai 62% bagi perempuan yang mengonsumsi sayuran silangan, dan kemungkinan penyakit mereka kambuh anjlok sebesar 21%--35%.Seorang peneliti pasca-doktoral di Vanderbilt University Nashville, Tennessee, Sarah Nechuta mengatakan temuan tersebut menunjukkan penyintas kanker payudara "mungkin bisa mempertimbangkan untuk menambah konsumsi sayuran silangan, seperti sayuran hijau, kubis, kembang kol dan brokoli, sebagai bagian dari menu sehat".Nechuta, yang menyajikan studi itu dalam pertemuan American Association for Cancer Research di Chicago. AS, menyatakan makanan di kalangan perempuan China dan Barat cenderung beragam."Sayuran silangan yang dikonsumsi secara umum di China meliputi lobak, kubis China/bok choy dan sayuran hijau, sementara brokoli dan kol Brusel (Brussels sprouts) adalah sayuran yang lebih umum dikonsumsi di Amerika Serikat serta negara lain Barat," kata Nechuta."Kedua, jumlah konsumsi di kalangan perempuan China jauh lebih banyak ketimbang yang dilakukan perempuan AS," katanya.Nechuta mengatakan penelitian masa depan dapat dipusatkan pada peran zat bioaktif pada sayuran persilangan --terutama isotiosianat dan indole-- dan bagaimana dosis yang berbeda bisa memiliki dampak pada kanker. (Antara/AFP/arh)

 

>> BACA JUGA ARTIKEL LAINNYA:

+ HARGA EMAS berada di titik keseimbangan

+ Liga Champions: Di balik kekalahan REAL MADRID

+ SIAPA di belakang sepak terjang DAHLAN ISKAN?

+ Berita BISNIS INDONESIA hari ini: Akuisisi Bank Danamon TERGANJAL?

+ BURSA ASIA: NIKKEI tergelincir

+ Mau beli saham JAGUAR dan LAND ROVER?

+ Spanyol menyeret EURO terus terpuruk

+ REKOMENDASI: Mau beli SAHAM apa saja?

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top