E-TOLL CARD: Bank Mandiri siapkan belanja Rp50 miliar

JAKARTA: PT Bank Mandiri Tbk menyiapkan belanja modal sebesar Rp50 miliar khusus untuk pengembangan e-toll card dan e-toll pass, kartu prabayar untuk jalan tol.Budi Gunadi Sadikin, Direktur Bank Mandiri, mengatakan alokasi dana tersebut diperuntukan
Sutan Eries Adlin | 16 April 2012 18:01 WIB

JAKARTA: PT Bank Mandiri Tbk menyiapkan belanja modal sebesar Rp50 miliar khusus untuk pengembangan e-toll card dan e-toll pass, kartu prabayar untuk jalan tol.Budi Gunadi Sadikin, Direktur Bank Mandiri, mengatakan alokasi dana tersebut diperuntukan untuk pembelian 20.000 ribu onboard unit (OBU) e-toll pass dan 50 sensor e-toll pass serta sejumlah alat dalam gerbang tol otomatis (GTO).“Sejak 2009 kami sudah mengeluarkan dana sekitar Rp50 miliar untuk pengembangan e-toll card dan pada setiap tahun keluar sekitar Rp10 miliar. Namun pada tahun ini pengeluaran diperkirakan bertambah mencapai Rp50 miliar karena pengembangan e-toll pass,” ujarnya hari ini.Sebagian dari alokasi dana tersebut telah digunakan perseroan untuk membeli. 20.000 OBU dan sensor e-toll pass dari salah satu negara di Eropa. Namun sayang alat tersebut belum bisa digunakan karena masih tertahan di Bea dan Cukai.“Itu tertahan karena alat OBU itu mengeluarkan sinyal sehingga membutuhkan izin dari Kementerian Komunikasi dan Informatika yang saat ini sedang diproses.”E-toll pass merupakan pengembangan dari e-toll card, kartu prabayar untuk jalan tol dengan bekerja sama dengan PT Jasa Marga Tbk.Dengan teknologi baru tersebut, masyarakat tidak perlu membuka jendela untuk menempelkan (tap) kartu, karena OBU e-toll pass yang dipasang di mobil akan mengeluarkan sinyal yang diterima sensor yang dipasang pada gerbang tol.Dengan sistem e-toll pass, proses pembayaran gerbang tol bisa dilakukan dalam waktu 4 detik, lebih cepat dibandingkan e-toll card yang menghabiskan 6 detik dan pembayaran tunai sekitar 10 detik.Saat ini Bank Mandiri telah melakukan uji coba e-toll pas dengan memasang OBU pada 40 mobil serta empat sensor di sejumlah gerbang tol.Namun, nantinya OBU tersebut tidak diberikan secara cuma-cuma kepada para nasabah. Bank Mandiri akan menjual alat tersebut dengan harga sebesar Rp650.000 per unit.“Target kami memang masih kalangan menengah atas. Ada peluang harga itu menjadi murah kalau dilakukan pembelian 1 juta unit. Namun, di luar negeri harganya juga tidak kurang dari Rp500.000 perbuah.”Adapun untuk e-toll card, Bank Mandiri menargetkan dapat menjual sampai 1 juta unit kartu sampai akhir tahun ini. "Target kita tadinya 75.000 kartu sampai Juni. Tapi, sampai Maret saja sudah 693.000 kartu. Sampai akhir tahun mungkin bisa satu juta kartu," ujarnya.Zulkifli Zaini, Direktur Utama Bank Mandiri, mengatakan perseroan menargetkan penggunaan e-toll card setiap bulan dapat mencapai 30% dari total transaksi pembayaran jalan tol.“Saat ini transaksi e-toll card sudah mencapai 4,8 juta per bulan. Kami harapkan akhir tahun ini dapat mencapai 30% dari total transaksi jalan tol yang mencapai 20 juta perbulan, atau sekitar 5 juta—6 juta transaksi.”Sampai Maret 2012 jumlah e-toll card yang beredar di masyarakat mencapai 693.000 unit kartu, meningkat 239% dibandingkan dengan Maret 2011. Transaksi perbulan telah mencapai 4,8 juta, meningkat 300% dari Maret 2011.E-toll card yang saat ini dapat digunakan berada pada 12 ruas tol dan 520 gardu tol di berbagai wilayah. Bank Mandiri dan Jasa Marga memberikan diskon 10% bagi pembayaran jalan tol dengan e-toll card selama periode April—Juni 2012. (faa)

Tag :
Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top