Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

TERM DEPOSIT DOLARBI iming-imingi bank dengan bunga kompetitif

 
Saeno
Saeno - Bisnis.com 29 Mei 2012  |  23:46 WIB

 

JAKARTA: Bank Indonesia akan menerbitkan term deposit dengan valuasi dolar Amerika Serikat dalam rangka menjaga dan menstabilkan nilai tukar rupiah.
 
Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution mengungkapkan kebijakan ini sejalan dengan kebijakan penempatan devisa hasil ekspor ke sistem perbankan nasional yang telah diterbitkan beberapa bulan sebelumnya.
 
"Sejumlah eksportir yang dananya masuk akan membuka rekening. Dana itu nantinya mau ditarik kembali juga tidak apa-apa. Namun bank terbatas ruang geraknya dalam menggunakan dana tersebut karena terkena aturan posisi devisa netto [nett open position/ NOP]," ujarnya Selasa 29 Mei 2012.
 
Dia mengungkapkan kurangnya pendalaman pasar dalam negeri membuat industri perbankan kekurangan outlet untuk meletakan endapan dana valuta asing (Valas) sehingga bank menempatkan dana di bank koresponden di luar negeri.
 
Darmin melanjutkan, biasanya dana tersebut ditempatkan di negara yang memiliki zona waktu yang sama dengan Indonesia agar sewaktu-waktu bisa ditarik saat diperlukan. Adapun negara yang biasanya menjadi pilihan adalah Malaysia dan Singapura.
 
Namun demikian, tambahnya, peletakan dana di luar negeri ini mendapatkan bunga yang relatif kecil sebesar 0,1%—0,2%. Padahal di dalam negeri bank harus membayarkan bunga deposito sekitar 5,5% sesuai dengan LPS Rate. Dengan demikian bank harus menghadapi negative spread.
 
"Untuk hal ini kami akan buka term deposit valas. Kami sediakan bunganya, kalau di luar 0,1%-0,2%, kami akan arikan pantasnya berapa supaya bank tertarik. Ini bisa menjadi outlet untuk memfasilitasi masuknya devisa terutama yang berasal dari ekspor," jelasnya.
 
Darmin melanjutkan term deposit tersebut akan mulai beroperasional sekitar 2 minggu dari sekarang. Menurutnya bank sentral harus terlebih dahulu mengamandemen beberapa aturan, termasuk surat edaran sehingga membutuhkan waktu 10 hari sampai 2 minggu untuk merealisasikan rencana tersebut. (sut)
 
 
 

BACA JUGA:

 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top