Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

VALASBankir keluhkan pasar uang domestik sangat terbatas

 
Saeno
Saeno - Bisnis.com 30 Mei 2012  |  04:59 WIB

 

JAKARTA: Bankir mengaku tak ada pilihan lain dengan menaruh likuiditas valuta asing di luar negeri. Kapasitas pasar uang domestik dinilai sangat terbatas meskipun memiliki imbal hasil yang lebih besar.
 
Direktur Treasury PT Bank Mega Tbk Sugiharto menilai upaya bank sentral memfasilitasi perbankan dengan menerbitkan term deposit valas merupakan langkah positif. 
 
Menurutnya, bank nasional selama ini menempatkan dana di luar negeri karena tidak ada pilihan lain. Pasalnya pasar di luar negeri lebih luas dibandingkan dengan di dalam negeri yang permintaannya masih terbatas
 
“Selain limit antarbank domestik terbatas dan biasanya limit sudah dipakai untuk pinjamman antarbank dalam mata uang lokal. Menempatkan dana ke offshore semata-mata hanya masalah opportunity di samping pertimbangan creditlines tadi,” ujarnya kepada Bisnis Selasa malam ini, 29 Mei 2012.
 
Selain itu, tambahnya, pertimbangan penempatan dana dengan mitra di luar negeri karena pertimbangan saling menguntungkan (reciprocity), meskipun bunga rendah. Artinya apabila nanti giliran bank lokal pinjam ke mitra luar negeri bakal dikasih bunga yang kompetitif.
 
Direktur Keuangan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Ahmad Baiquni menilai fasilitas term deposit bakal memberikan dampak positif apabila bank kelebihan likuiditas valas ada alternatif penempatan.
 
“Yang utama dalam dana valas itu disalurkan untuk kredit valas, kelebihannya ada yang kami belikan bond dan ada juga yang ditempatkan di nostro,” tambahnya.
 
Hal senada disampaikan Kepala Ekonom PT Bank Mandiri Tbk Destry Damayanti. Menurutnya, fasilitas simpanan berjangka sudah lama dinantikan oleh kalangan perbankan. 
 
“Buat bank ini sangat positif dan sebenarnyas udah lama bank meminta ke BI untuk menerbitkan instrumen yang bisa digunakan untuk menampung ekses dollar AS yang ada di bank-bank,” ujarnya.
 
Secara makro, paparnya, portofolio yang ditanamkan di luar negeri--dalam bentuk other investment asset, makin besar. Artinya makin banyak dollar AS yang di tempatkan  di luar negeri karena tidak adanya instrumen penempatan di dalam negeri. (sut)
 
 
 

BACA JUGA:

 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top