Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KEBIJAKAN BI: Pelaku Pasar Masih Berhitung Untung-Rugi TERM DEPOSIT

 
Saeno
Saeno - Bisnis.com 30 Mei 2012  |  20:42 WIB

 

JAKARTA: Pasar merespons negatif terhadap rencana kebijakan fasilitas simpanan berjangka valuta asing Bank Indonesia. Pelaku pasar pesimistis instrumen itu mampu membendung pelemahan nilai tukar rupiah apabila BI hanya menjalankan secara setengah-setengah.

 

Kepala Ekonom PT Bank Danamon Tbk Anton H. Gunawan menilai kebijakan BI menerbitkan simpanan berjangka (term deposit) valas tidak serta-merta mendorong bank menempatkan likuiditasnya di dalam negeri.

 

Menurutnya, semua tergantung dengan seberapa menarik imbal hasil bersih setelah pajak dari term deposit yang diberikan oleh BI terhadap rekening nostro bank.

 

Selain itu, sambungnya, apabila mengikuti pola term deposit rupiah, bakal melalui lelang, sehingga tergantung kebutuhan BI untuk menyerap likuiditas yang diparkir di luar negeri. Padahal saat ini jumlah nostro bank sekitar US$9 miliar-US$10 miliar.

 

“Yang pasti tak semuanya akan dipindahkan ke Dolar AS. Ujung-ujungnya tergantung pada willingness BI untuk menggunakan tambahan cadangan devisa untuk intervensi,” ujarnya kepada Bisnis, hari ini.

 

Hal senada disampaikan Kepala Ekonom PT Bank Mandiri Tbk Destry Damayanti. Menurut Destry, fasilitas simpanan berjangka sudah lama dinantikan oleh kalangan perbankan, karena bisa digunakan oleh bank untuk menampung ekses Dolar AS yang ada.

 

Akan tetapi, katanya, kebijakan itu belum tentu bisa meredam gejolak rupiah. Dia menyarankan agar BI mengerti apa yang dibutuhkan pasar supaya gejolak rupiah bisa diredam dengan kebijakan yang efektif dan tepat.

 

“Satu hal yang harus dilakukan BI selain intervensi likuditas di spot market adalah harus berani intervensi di outright  atau forward market, supaya bisa mengurangi pengaruh non-deliverable forward (NDF) market yang di Singapura atau AS,” tegasnya. (yus)

 

 

 Berita Terkait: 

 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : David Eka Issetiabudi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top