Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KEJAHATAN DI PERBANKAN: Rekening Palsu Masih Dominan

JAKARTA-Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia mencatat fakta kasus penipuan dengan menggunakan rekening palsu masih mendominasi kejahatan di perbankan.
- Bisnis.com 28 Januari 2013  |  15:12 WIB

JAKARTA-Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia mencatat fakta kasus penipuan dengan menggunakan rekening palsu masih mendominasi kejahatan di perbankan.

Wakil Ketua Badan Pengurus ASPI Isbandiono Subandi mengatakan pada tahun lalu tercatat sekitar 3.000 kasus penipuan yang terkait dengan perbankan.

“Kami melihat penipuan dengan menggunakan rekening palsu lebih banyak dibandingkan dengan kasus kartu kredit,” katanya, hari ini (28/1).

ASPI mensinyalir kasus rekening palsu terjadi karena masih adanya oknum yang menggunakan kartu identitas palsu ketika membuka rekening.

Dia memberi contoh asosiasinya pernah mendapatkan informasi ada nasabah bank yang mempunyai banyak identitas untuk memuluskan aksi kejahatannya.

“Trennya kemungkinan masih akan naik. Untuk mengantisipasi kasus itu, perbankan membuat satu aturan main bersama sebagai upaya pencegahan dini”.

Menurutnya, dengan aturan tersebut, bank bisa membatalkan transaksi dan mengembalikan uang kepada pemilik dalam batas waktu tertentu. Hal itu bisa terjadi asalkan pelaku kejahatan belum menarik uang dari rekeningnya.

Wakil Bendahara Indonesian Risk Professional Association Gandung Troy mengatakan pihaknya berharap Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat menindak pelaku yang melakukan fraud untuk menggantikan kerugian.

"Saat ini pelaku fraud hanya mendapatkan sanksi pidana maupun denda tapi tidak ada penggantian kerugian yang ditimbulkan dari perbuatannya tersebut,” tuturnya. (18/29/yus)
 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Yusran-nonaktif

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top