Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PERBANKAN SYARIAH: Kian maju, 11.000 Praktisi dibutuhkan setiap tahun

JAKARTA: Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) memperkirakan kebutuhan sumber daya manusia (SDM) perbankan syariah rata-rata sekitar 11.000 per tahun.
- Bisnis.com 29 Januari 2013  |  15:50 WIB

JAKARTA: Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) memperkirakan kebutuhan sumber daya manusia (SDM) perbankan syariah rata-rata sekitar 11.000 per tahun.

Ketua Umum Asbisindo Yuslam Fauzi mengatakan pertumbuhan industri perbankan syariah dalam beberapa tahun terakhir telah mendorong tingginya kebutuhan SDM yang kompeten.

"Satu sisi perguruan tinggi yang memiliki konsentrasi di ilmu ekonomi syariah perkiraan kami belum cukup memenuhi kebutuhan pasar," ujarnya dalam Seminar Pengelolaan Dana Umat dengan Prinsip Ekonomi Syariah, Selasa (28/1).

Dia memperkirakan institusi formal pendidikan di Indonesia hanya mampu memasok SDM ekonomi dan keuangan syariah sekitar 3.750 orang per tahun.

Dengan kata lain, masih terdapat selisih kebutuhan SDM perbankan syariah hingga 7.000 orang per tahun.

"Bank syariah harus mendidik SDM secara mandiri untuk mencapai standar kompetensi tenaga kerjanya," ungkapnya.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji & Umrah Kementerian Agama Anggito Abimanyu mengakui kekurangan SDM perbankan syariah merupakan tantangan bagi  pengembangan industri keuangan syariah di masa depan.

"Jumlah SDM bidang islamic finance ini sedikit dan terbatas," katanya.

Hingga November 2012, perbankan syariah secara rata-rata tumbuh di atas perbankan konvensional. (arh)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Aprika Rani Hernanda

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top