Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

KREDIT BERMASALAH: BTN Tekan NPL Demi Laba Bersih Rp1,8 Triliun

BISNIS.COM,JAKARTA--PT Bank Tabungan Negara Tbk menargetkan penurunan rasio non performing loan (NPL) untuk merealisasikan perolehan laba bersih sebesar Rp1,8 triliun hingga akhir tahun.Mas Guntur Dwi. S, Direktur BTN, mengatakan rasio NPL perbankan

BISNIS.COM,JAKARTA--PT Bank Tabungan Negara Tbk menargetkan penurunan rasio non performing loan (NPL) untuk merealisasikan perolehan laba bersih sebesar Rp1,8 triliun hingga akhir tahun.

Mas Guntur Dwi. S, Direktur BTN, mengatakan rasio NPL perbankan cukup mempengaruhi perolehan laba, dan rasio keuangan lainnya.

"Apabila NPL naik, akan berdampak terhadap penurunan rasio net interest margin [NIM], peningkatan biaya operasional terhadap pendapatan operasional [BOPO], dan menaikkan pencadangan," katanya, Kamis (18/4/2013).

Per triwulan I/2013, BTN telah mencetak laba bersih sebesar Rp334 miliar atau tumbuh 6,68% dibandingkan dengan perolehan pada periode yang sama tahun lalu senilai Rp313 miliar.

Hanya saja, rasio NPL gross BTN sepanjang 3 bulan pertama tahun ini menyentuh level 4,77% atau lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama 2012 sebesar 3,22%.

Kenaikan NPL tersebut membuat rasio BOPO ikut naik, dari level 81,18% per triwulan I/2013 menjadi 83,17% pada periode Januari--Maret tahun ini.

Rasio NIM bank pelat merah tersebut turun menjadi 5,39% dari sebelumnya 5,93% per triwulan I/2012.

Guntur mengatakan agar rasio keuangan tersebut tumbuh positif, upaya yang perlu dilakukan ialah menekan NPL.

Manajemen BTN beralasan kenaikan NPL pada triwulan I terjadi karena adanya perbaikan pada tata kelola perusahaan. BTN memutuskan lebih ketat dalam penghitungan NPL sejak akhir tahun lalu.

Evi Firmansyah, Direktur BTN, mengatakan banknya telah menyiapkan sejumlah strategi agar target perolehan laba bersih tahun ini tercapai.

"Selain menekan NPL, kami juga akan lebih agresif ekspansi kredit pada triwulan II--IV, sejalan dengan pertumbuhan permintaan pinjaman," ujarnya.

Menurutnya, pasokan perumahan yang terjadi pada semester II akan secara otomatis mendorong pertumbuhan penyaluran kredit perseroan.

Sepanjang triwulan I/2013, realisasi penyaluran kredit BTN mencapai Rp88,51 triliun atau tumbuh 28,6% dibandingkan dengan perolehan yang sama pada 2012 sebesar Rp66,48 triliun.

BTN menargetkan pertumbuhan kredit sepanjang tahun ini tumbuh pada kisaran 26%--30%.

Evi mengatakan dengan pertumbuhan bisnis yang terjadi akan mendorong peningkatan rasio interest income perusahaan.

Selama 3 bulan pertama, perolehan interest income BTN mencapai Rp2,52 triliun atau tumbuh 19,51% dibandingkan dengan periode yang sama 2012 sebesar Rp2,11 triliun.

"Apabila kredit naik, maka akan mendorong kenaikan NII yang pada akhirnya berimbas terhadap laba," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Sumber : Roberto A. Purba
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper