KREDIT BPD: Ekspansi Melambat, Tantangan Makin Berat

BISNIS.COM, JAKARTA—Rasio penyaluran kredit terhadap penghimpunan dana pihak ketiga atau LDR di industri bank pembangunan daerah menunjukkan tren penurunan selama 4 bulan pertama tahun ini.Data Bank Indonesia mencatat rasio LDR BPD pada April 2013
Roberto A. Purba
Roberto A. Purba - Bisnis.com 18 Juni 2013  |  17:28 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA—Rasio penyaluran kredit terhadap penghimpunan dana pihak ketiga atau LDR di industri bank pembangunan daerah menunjukkan tren penurunan selama 4 bulan pertama tahun ini.

Data Bank Indonesia mencatat rasio LDR BPD pada April 2013 sebesar 69,34%, terendah selama Januari—April 2013. Bank sentral mencatat realisasi penyaluran kredit BPD pada periode tersebut mencapai Rp233,27 triliun dan penghimpunan DPK sebesar Rp336,44 triliun.

Wakil Sekretaris Jendral Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda)  Ellong Tjandra mengatakan selalu ada periode ekspansi kredit melambat setiap tahunnya.

"Biasanya ada penyesuaian saat awal tahun. Asbanda yakin cukup banyak BPD yang rasio LDR-nya di atas rata-rata industri," katanya kepada Bisnis, Selasa (18/6/2013).

Menurutnya, siklus pertumbuhan kredit dan dana BPD hampir sama dengan industri perbankan pada umumnya. Saat memasuki semester II, lanjutnya, pertumbuhan bisnis bank biasanya terjadi lebih cepat.

Ellong mengatakan kondisi ekonomi secara nasional maupun regional masih positif, hal itu menandakan peluang untuk ekspansi kredit tetap terbuka.

Rata-rata BPD, lanjutnya, berusaha memperbesar penyaluran kredit untuk sektor produktif dengan pertimbangan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Tantangan di pasar memang cukup berat, seperti potensi kenaikan inflasi dan harga bahan bakar minyak bersubsidi. Kami berharap hal tersebut tidak berdampak negatif terhadap industri BPD," ujarnya.

Menurutnya, BPD dalam kondisi baik, sehingga berpeluang melampaui kinerja rata-rata industri secara nasional.

Direktur Bank DKI Martono Soeprapto mengatakan bank pasti sudah punya perhitungan ekspansi bisnis dengan mempertimbangkan kondisi pasar.

Dia memberi contoh, penyaluran kredit perbankan pasti tetap tumbuh, walaupun dibayangi oleh perlambatan. "Bank akan menghitung dan menyusun strategi agar bisnis tetap tumbuh, yang ditandai dengan penghimpunan laba. BPD tetap punya peluang ekspansi kredit, yang akan mendorong bertumbuhnya LDR," ujarnya.

Martono mengakui potensi peningkatan inflasi dan harga BBM bersubsidi pasti akan ada imbasnya terhadap industri perbankan. Hanya saja, dia mengaku belum bisa menghitung seberapa besar isu nasional itu akan mempengaruhi bisnis BPD.

Dia mengatakan BPD sebenarnya sudah memiliki captive market yang bisa menjadi penopang bisnis. Hanya saja, BPD juga perlu terus mengembangkan pangsa pasar, antara lain masuk ke sektor produktif.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank indonesia, bbm subsidi, bpd, ldr

Editor :
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top