Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BTPN Cairkan Pinjaman US$100 Juta dari IFC

Bisnis.com,Jakarta - PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk diketahui telah mencairkan pinjaman senilai US$100 juta dari International Finance Corporation (IFC) untuk mendanai pembiayaan kredit mikro.
Stefanus Arief Setiaji
Stefanus Arief Setiaji - Bisnis.com 24 Juli 2013  |  17:44 WIB
BTPN Cairkan Pinjaman US$100 Juta dari IFC
Bagikan

Bisnis.com,Jakarta - PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk diketahui telah mencairkan pinjaman senilai US$100 juta dari International Finance Corporation (IFC) untuk mendanai pembiayaan kredit mikro.

Berdasarkan laporan keuangan semester I/2013 yang dirilis, Rabu (24/7/2013), pencairan pinjaman dilakukan sejak 18 Maret 2013 dengan tingkat suku bunga sebesar 6,8% per tahun.

Pembayaran bunga pinjaman dari IFC dilakukan setiap 6 bulan, masing-masing pada periode 15 Januari dan 15 Juli dengan pembayaran bunga perdana dimulai pada 15 Juli 2013.

Adapun pembayaran pokok pinjaman akan dilakukan pada akhir periode 18 Maret 2014.

Dalam perjanjian itu, memuat sejumlah klausul di antaranya BTPN tidak boleh melakukan penggabungan usaha, merger, maupun restrukturisasi bank, yang dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap kinerja secara keseluruhan.

Selain itu, BTPN tidak dapat menerbitkan saham tambahan dan tidak akan melakukan transfer saham, penjualan, perjanjian yang akan berdampak secara langsung maupun tidak langsung terhadap hak suara dan saham TPG Nusantara yang menguasai 41% saham perseroan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

btpn bank tabungan pensiunan
Editor : Bambang Supriyanto
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top