Masih Banyak Kendala untuk Terapkan Less Cash Society

Bisnis.com, Depok - Rektor Universitas Indonesia M. Anis menilai masih ada beberapa kendala dalam penerapan masyarakat non tunai atau less cash society yang harus dibenahi oleh regulator, perbankan, dan para pemangku kepentingan.
Donald Banjarnahor | 02 Oktober 2013 11:02 WIB

Bisnis.com, Depok - Rektor Universitas Indonesia M. Anis menilai masih ada beberapa kendala dalam penerapan masyarakat non tunai atau less cash society yang harus dibenahi oleh regulator, perbankan, dan para pemangku kepentingan.

"Banyak PR yang hari ini harus dikerjakan oleh kita semua, seperti budaya masyarakat yang masih gemar melakukan transaksi tunai," ujarnya dalam pembukaan rangkaian kegiatan Less Cash Society, Rabu (2/10/2013).

Selain itu, lanjutnya, masih ada sebagian masyarakat yang merasa kurang aman dalam melakukan transaksi secara online. "Belum adanya perlindungan data nasabah sehingga kita setiap hari menerima ratusan SMS [pesan singkat] atau telepon penawaran," ujarnya menambahkan.

Meski demikian, Anis memapaparkan masyarakat Indonesia sedang bertransformasi menjadi less cash society, mulai dari transaksi besar hingga pembayaran kecil seperti uang elektronik (e-money).

Universitas Indonesia sendiri sudah mulai menerapkan less cash society dengan menggunakan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) sebagai alat pembayaran. Pada tahap awal KTM  tersebut bisa digunakan sebagai pembayaran di dalam kampus.

"Pada 2014 KTM tersebut diharapkan sudah bisa digunakan untuk pembayaran Commuter Line dan Trans Jakarta," ujarnya.

UI dipilih oleh Bank Indonesia sebagai pilot project dalam penerapan less cash society di lingkungan kampus. Rencananya pilot project ini akan diperluas untuk diterapkan di beberapa kampus di kota besar Indonesia. (Novita Sari Simamora)

Tag : bank indonesia, ui, atm
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top