Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BPJS Kesehatan Dinilai Belum Siap

Serikat Pekerja Jamsostek (SPJ) menilai Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang direncanakan akan mulai beroperasi pada 1 Januari 2014 belum siap sepenuhnya.
Yodie Hardiyan
Yodie Hardiyan - Bisnis.com 22 Desember 2013  |  22:46 WIB
BPJS Kesehatan Dinilai Belum Siap

Bisnis.com, JAKARTA - Serikat Pekerja Jamsostek (SPJ) menilai Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang direncanakan akan mulai beroperasi pada 1 Januari 2014 belum siap sepenuhnya.

Abdurrahman Irsyadi, Ketua Umum SPJ, mengatakan ketidaksiapan itu terlihat dari masih banyaknya peserta program jaminan pemeliharaan kesehatan (JPK) yang menanyakan status kepesertaan.

Program JPK akan dialihkan dari pengelola sekarang yakni PT Jamsostek kepada BPJS Kesehatan. “Ada kekhawatiran mereka terhadap kualitas pelayanan yang selama ini didapat oleh peserta,” katanya dalam keterangan tertulis yang dikirim pihak Jamsostek kepada Bisnis, Minggu (22/12/2013).

Peralihan program tersebut merupakan amanah dari UU No. 24/2011 tentang BPJS. Abdurrahman menilai suatu keharusan bagi BPJS Kesehatan untuk memegang amanah tersebut dengan tidak mengurangi manfaat tambahan dan pelayanan. “Termasuk rawat inap,” katanya.

Sampai akhir bulan ini diperkirakan sekitar 3 juta tenaga kerja peserta JPK Jamsostek akan dilimpahkan ke BPJS Kesehatan. Lembaga hasil transformasi PT Askes itu dinilai harus berhati-hati terhadap proses peralihan tersebut.

“Pengelolaan dan pelayanan yang tidak sesuai dengan harapan peserta tentu akan menjadi boomerang dan ketidakpercayaan bagi BPJS Kesehatan,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jamsostek bpjs askes bpjs kesehatan bpjs ketenagakerjaan
Editor : Sepudin Zuhri

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top