Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Klaim Asuransi Banjir 2014 Diprediksi Lebih Kecil

Klaim asuransi kendaraan bermotor dan asuransi properti akibat peristiwa banjir yang melanda sejumlah daerah pada bulan ini diprediksi lebih kecil dibandingkan dengan realisasi klaim banjir 2013.
Yodie Hardiyan
Yodie Hardiyan - Bisnis.com 24 Januari 2014  |  22:37 WIB
Klaim Asuransi Banjir 2014 Diprediksi Lebih Kecil
Banjir DKI - Bisnis.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Klaim asuransi kendaraan bermotor dan asuransi properti akibat peristiwa banjir yang melanda sejumlah daerah pada bulan ini diprediksi lebih kecil dibandingkan dengan realisasi klaim banjir 2013.

Julian Noor, Direktur Eksekutif AAUI, mengatakan peristiwa banjir pada tahun ini tidak separah pada 2013 kendati cakupannya hampir sama yakni 30% dari luas Jakarta. “Kemungkinan lebih kecil,” katanya dalam konferensi pers, Jumat (24/1/2014).

AAUI belum dapat memastikan realisasi angka klaim banjir tersebut. Hal itu dimaklumi karena sampai saat ini masih ada wilayah yang tergenang air. Di sejumlah wilayah yang telah surut, masyarakat juga fokus di aktivitas pascabanjir seperti pembenahan bangunan dan kendaraan.

Dengan demikian, jumlah klaim yang terjadi masih harus menunggu laporan dari seluruh tertanggung ke perusahaan asuransi dan proses pembayaran klaim dari perusahaan ke pemegang polis.

Sebagai perbandingan, AAUI juga sempat memaparkan proyeksi nilai klaim akibat peristiwa banjir di Jakarta pada Januari 2013. Industri asuransi umum diperkirakan harus membayar klaim senilai Rp3 triliun.

Namun, proyeksi tersebut pada dasarnya merupakan proyeksi nilai pertanggungan dari suatu objek (properti atau kendaraan bermotor) yang terkena banjir. Setelah dihitung kembali, nilai kerugian yang dijamin asuransi umum mencapai Rp638 miliar.

“Tapi sepertinya itu sudah 90%. Klaim asuransi kendaraan bermotor sudah selesai. Kalau asuransi properti, masih perlu ada yang di-adjust. Ada yang belum selesai,” kata Julian.

Adapun, perusahaan asuransi umum yang menjadi anggota AAUI juga belum menerima laporan klaim terkait musibah banjir bandang di Manado, Sulawesi Utara. AAUI memperkirakan sejumlah kantor dan kendaraan bermotor memiliki polis dengan perluasan banjir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Banjir Jakarta aaui asuransi umum
Editor : Sepudin Zuhri
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top