Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perbankan Mulai Setor Iuran ke OJK 1 Maret

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan menarik pungutan mulai 1 Maret 2014. Dana yang didapat akan digunakan untuk membiayai sebagian operasional OJK pada 2015.
Farodlilah Muqoddam
Farodlilah Muqoddam - Bisnis.com 17 Februari 2014  |  19:36 WIB
/Bisnis
/Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan menarik pungutan mulai 1 Maret 2014. Dana yang didapat akan digunakan untuk membiayai sebagian operasional OJK pada 2015.

Nelson Tampubolon, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, mengatakan regulator telah menandatangani peraturan pemerintah mengenai pungutan OJK pekan lalu. Dengan demikian, pengambilan pungutan dapat segera direalisasikan.

"Mulai 1 Maret," katanya singkat ketika ditanya soal pelaksanaan pungutan tersebut, Senin (17/2/2014).

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, besaran pungutan yang akan dikenakan ke industri perbankan sebesar 0,03%—0,045% dari nilai aset.

Dengan demikian, perbankan harus menyetor dua kali iuran. Selain pungutan OJK, bank peserta penjamin simpanan juga diwajibkan membayarkan 0,1% dari saldo bulanan setiap semester.

Pungutan yang ditarik pada 2014 akan digunakan untuk membiayai sebagian biaya operasional OJK pada tahun berikutnya.

Berdasarkan catatan Bisnis, OJK mengajukan anggaran Rp2,408 triliun untuk 2014, naik sekitar 46% dibandingkan dengan anggaran tahun sebelumnya Rp1,68 triliun. Biaya operasional otoritas pada 2015 belum ditentukan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

iuran ojk pungutan ojk
Editor :
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top