Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

2013, Laba Bank Permata Tumbuh 26%

PT Bank Permata Tbk berhasil membukukan laba bersih konsolidasi setelah pajak senilai Rp. 1,72 triliun hingga akhir 2013 atau tumbuh 26% dari periode yang sama tahun lalu dari posisi Rp. 1,368 triliun.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 25 Februari 2014  |  19:39 WIB
Salah satu counter Bank Permata - Bisnis
Salah satu counter Bank Permata - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Permata Tbk berhasil membukukan laba bersih konsolidasi setelah pajak senilai Rp. 1,72 triliun hingga akhir 2013 atau  tumbuh 26% dari periode yang sama tahun lalu dari posisi Rp. 1,368 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan yang diterima Bisnis, kenaikan laba tersebut ditopang pendapatan operasional perseroan yang naik 12%  menjadi Rp6,63 triliun dari posisi Rp5,92 triliun.

Hingga akhir 2013, pendapatan bunga bersih tumbuh 10% menjadi Rp. 5,378 triliun, karena ditopang pertumbuhan kredit serta peningkatan aset produktif.

Pendapatan berbasis biaya naik 19% yoy menjadi Rp. 1,254 triliun karena perbaikan kinerja pada pendapatan biaya terkait trade finance, FX sales, Bancassurance dan Investment Services.

Perseroan berhasil menyalurkan kredit hingga Rp118,8 triliun, tumbuh 26% dari posisi Rp94,4 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Sedangkan, pembiayaan syariah mencatat pertumbuhan yang pesat hingga 61% year on year dari posisi Rp7,4 triliun menjadi Rp11,5 triliun akhir tahun lalu.

Direktur Wholesale Banking Bank Permata Roy Arfandy menuturkan pembiayaan wholesale masih prospektif tahun ini, sehingga perseroan akan menargetkann pertumbuhan aset wholesale banking sekitar 15%.

“Untuk target revenue wholesale banking tahun ini sekitar 25%,” ungkapnya pada Bisnis, Selasa malam (25/2/2014).

Di sisi lain, pertumbuhan kredit perseroan semakin menguat untuk segmen usaha kecil menengah (UKM) dan kredit local corporate dan middle market.  Adapun total aset yang dibukukan perseroan tahun lalu mencapai Rp165,8 triliun, naik 26% dari posisi Rp131,8 triliun pada tahun sebelumnya.

Di sisi lain, Bank Permata juga menunjukkan perbaikan yang berkesinambungan dalam peningkatan kualitas portofolio kredit dan sistem manajemen risiko sebagaimana yang tercermin dalam berbagai indikator utamanya.

Rasio Non Performing Loan (NPL) gross dan net membaik masing-masing menjadi 1,0% dan 0,3% dari 1,4% dan 0,4% pada tahun sebelumnya. Selain menerapkan azas kehati-hatian, perseroan siap meningkatkan mobile banking dan internet banking serta perbaikan produktivitas dan peningkatan sistem.

Pjs Direktur Utama Bank Permata Herwidayatmo menuturkan tahun ini akan tetap penuh dengan tantangan seiring dengan perubahan dan pertumbuhan pada industri perbankan, lanskap peraturan (regulatory landscape) dan teknologi.

“Kami akan tetap berpegang pada strategi dan berkomitmen terhadap nilai-nilai kami dan terus berusaha menjadi inovatif dan adaptif agar tumbuh lebih kuat,” ungkapnya dalam keterangan resmi. (Farodlilah Muqoddam)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank permata
Editor : Ismail Fahmi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top