Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penggabungan BUMN Farmasi Tahun Ini Bakal Alot. Mengapa?

Setelah terkatung-katung lebih dari 8 tahun, pemerintah optimistis dapat merealisasikan penggabungan atau konsolidasi badan usaha milik negara (BUMN) sektor farmasi pada tahun ini.
Herdiyan
Herdiyan - Bisnis.com 28 Februari 2014  |  15:52 WIB
  Salah satu outlet Kimia Farma.  -  Bisnis
Salah satu outlet Kimia Farma. - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA—Setelah terkatung-katung lebih dari 8 tahun, pemerintah optimistis dapat merealisasikan penggabungan atau konsolidasi badan usaha milik negara (BUMN) sektor farmasi pada tahun ini.

Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, dan Perhubungan Kementerian BUMN Dwijanti Tjahjaningsih menuturkan konsolidasi ini melibatkan sejumlah lembaga negara, seperti Kementerian Keuangan, Kementerian Kesehatan, Kementerian BUMN, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, serta Sekretaris Kabinet.

“Butuh waktu untuk menyamakan persepsi. Kami harap [konsolidasi BUMN farmasi] bisa terealisasi tahun ini,” tuturnya saat dijumpai di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (28/2/2014).

Namun, dia tidak menyebutkan waktu tepatnya, apakah di semester I atau semester II tahun ini.

Penggabungan BUMN sektor farmasi dinilai masih akan berjalan alot. Dia menegaskan aksi korporasi itu membutuhkan payung hukum berupa Peraturan Pemerintah (PP).

Rencana yang sudah diembuskan sejak 2005 itu tak juga direalisasikan. Saat ini, ada tiga perusahaan farmasi yang tercatat sebagai BUMN, yaitu PT Kimia Farma (Persero) Tbk, PT Indofarma (Persero) Tbk, dan PT Biofarma (Persero).

Dari ketiganya, pemerintah akan menggabungkan dua perusahaan yang dinilai memiliki bisnis serupa, yaitu Kimia Farma dan Indofarma. Sementara itu, Biofarma tidak masuk ke dalam konsolidasi itu karena dinilai memiliki bisnis strategis.

Meski optimistis dapat terealisasi tahun ini, pemerintah akan melakukan restrukturisasi pada Indofarma terlebih dahulu karena kinerja perusahaan tersebut sedang terpuruk.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bumn bumn farmasi
Editor : Setyardi Widodo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top