Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hadapi MEA 2020, BRI Pilih Perkuat Pasar Dalam Negeri

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BRI) memilih untuk memperkuat pangsa pasar dalam negeri sebagai salah satu langkah menghadapi persaingan dalam Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada 2020.
Gita Arwana Cakti
Gita Arwana Cakti - Bisnis.com 04 Maret 2014  |  11:45 WIB
 Ilustrasi - Bisnis.com
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BRI) memilih untuk memperkuat pangsa pasar dalam negeri sebagai salah satu langkah menghadapi persaingan dalam Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada 2020.

Direktur Keuangan BRI Achmad Baiquni mengatakan pilihan tersebut melihat kuatnya pertumbuhan perbankan dalam negeri dan besarnya pootensi pertumbuhan kedepannya.

“Menghadapi MEA, kami lebih memilih untuk konsolidasi di dalam negeri dibandingkan dengan membuka jaringan kantor di luar negeri. Karena margin disini lebih bagus. Mereka [bank-bank asing] saja datang ke kita [Indonesia],” paparnya saat melakukan kunjungan media ke kantor Bisnis Indonesia, Selasa (4/1/2014).

Saat ini, bank BUMN tersebut memiliki 9.808 unit kerja yang terdiri dari kantor pusat, kantor wilayah, kantor cabang, kantor cabang pembantu, teras BRI, kantor kas, dan termasuk 3 kantor cabang di luar negeri.

Dia juga memaparkan berdasarkan data perseroan, kondisi perbankan di Indonesia lebih baik dibandingkan dengan kondisi perbankan di negara lainnya.

Dari sisi rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR), perbankan Indonesia tercatat 18,11% dengan CAR BRI berada pada level 16,99%. Adapun CAR perbankan di AS 14,4%, Eropa 16,6%, dan Asia Pasifik 11,02%.

Sementara itu dari sisi cost efficiency ratio (CER)perbankan di Indonesia berada pada level 74,08% dan BRI berada pada level 42,13%. Adapun untuk perbankan di AS 66,3%, Eropa 54,27%, dan Asia Pasifik 44,5%.

“Dibandingkan perbankan di dunia, perbankan Indonesia memiliki tingkat profitabilitas yang lebih tinggi tercermin dari rasio-rasio tersebut. Tingkat ROA dan ROE perbankan di Indonesia juga tercatat yang tertinggi,” tambahnya.

Berdasarkan data perseroan, tingkat pengembalian aset (return on asset/ROA) Indonesia berada pada kisaran 19,9% dengan ROA BRI pada level 34,11%. Sementara itu ROA di AS di kisaran 11,5%, Eropa 11,1%, dan Asia Pasifik sekitar 15%.

Sementara itu, dari sisi tingkat pengembalian ekuitas (return on equity/ROE) perbankan Indonesia berada pada level 2,5% dengan BRI pada 5,03%. Adapun ROE di AS 1,6%, Eropa 1%, dan Asia Pasifik 1,11%.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bri bbri
Editor : Nurbaiti

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top