Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

ICRA: Pertumbuhan Kredit Perbankan Bisa Capai 19%

PT ICRA Indonesia memprediksikan total pinjaman perbankan tumbuh kisaran 17%--19% pada tahun ini, lebih optimistis dibandingkan dengan proyeksi Bank Indonesia yakni 15%--17%.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 19 Maret 2014  |  12:28 WIB
ICRA: Pertumbuhan Kredit Perbankan Bisa Capai 19%
Bank Indonesia - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - PT ICRA Indonesia memprediksikan total pinjaman perbankan tumbuh kisaran 17%--19% pada tahun ini, lebih optimistis dibandingkan dengan proyeksi Bank Indonesia yakni 15%--17%.

Manager Analyst Financial Institution Ratings ICRA Indonesia Kreshna D. Armand mengungkapkan meski mengalami perlambatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya, tetapi ketidakpastian pasar masih menjadi kendala bagi industri perbankan.

"Masih ada ketidakpastian pasar baik dari domestik maupun global, apalagi dengan situasi suku bunga yang tinggi," tulisnya dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Rabu (19/3/2014).

Menurutnya, suku bunga yang tinggi bakal memperlambat rencana belanja modal. Namun, sejauh ini belum terlihat adanya masalah dari efek penerapan peraturan perbankan yang diberlakukan sejak akhir 2012.

PT ICRA Indonesia (ICRA Indonesia) memperoleh perijinan sebagai Perusahaan Pemeringkat Efek dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam dan LK) pada 14 September 2010.

Sebanyak 99% saham ICRA Indonesia dimiliki oleh ICRA Limited (ICRA Ltd.) yang sebelumnya bernama Investment Information and Credit Rating Agency of India Limited.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertumbuhan kredit kredit perbankan
Editor : Nurbaiti

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top