Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Permata (BNLI) Incar Industri Makanan dan Minuman

Konsumsi domestik yang kuat menjadi peluang bagi PT Bank Permata Tbk. untuk menyalurkan pembiayaan ke sektor ritel.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 24 April 2014  |  01:40 WIB
Tahun ini, perseroan akan memperkuat posisi direksi, dengan mengisi posisi Wakil Direktur Utama dan Plt. Direktur Utama sebelumnya dijabat oleh Herwidayatmo, diganti oleh Roy Arman, dan kini tengah menanti persertujuan dari Otoritas Jasa Keuangan selaku regulator.  - bisnis.com
Tahun ini, perseroan akan memperkuat posisi direksi, dengan mengisi posisi Wakil Direktur Utama dan Plt. Direktur Utama sebelumnya dijabat oleh Herwidayatmo, diganti oleh Roy Arman, dan kini tengah menanti persertujuan dari Otoritas Jasa Keuangan selaku regulator. - bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Konsumsi domestik yang kuat menjadi peluang bagi PT Bank Permata Tbk. untuk menyalurkan pembiayaan ke sektor ritel.

“Tahun ini kami akan lebih fokus pada industri yang berbasis makanan dan minuman, karena industri tersebut cukup tahan terhadap goncangan ekonomi,” ungkap Wakil Direktur Utama Bank Permata Roy Arman Arfandy, Rabu (23/4/2014).

Meski akan memperkuat sektor ritel, tetapi Roy tak akan melupakan proyeksi dari regulator perbankan untuk bertumbuh di kisaran 15%--17%. Menurutnya, tahun ini, perseroan akan tumbuh di kisaran 15%—17% sesuai dengan arahan dari regulator perbankan.

Tahun lalu, raihan laba perseroan mencapai Rp1,73 triliun, disebabkan meningkatnya penyaluran fungsi intermediasi pada tahun lalu mencapai Rp118,8 triliun, naik 26% dari posisi Rp94,4 triliun pada 2012.

Di sisi lain, untuk melakukan ekspansi tahun ini, Roy menilai modal perseroan masih cukup kuat untuk melakukan ekspansi sesuai rencana bisnis bank (RBB) yang telah dirancang. Adapun rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) di kisaran 14%—15%.

Roy mengatakan perseroan mencatat perbaikan berkelanjutan atas kinerja operasional di tengah kondisi ekonomi makro yang penuh tantangan pada 2013 dan mencetak keuntungan di semua lini baik penyaluran kredit, penghimpunan dana, kapasitas organisasi dan layanan yang lebih baik.

Hasil RUPST memutuskan untuk membagikan dividen tunai kepada pemegang saham senilai Rp172,58 miliar, atau 10% dari laba bersih setelah pajak Rp1,73 triliun pada tahun lalu.

Roy mengungkapkan sudah lama perseroan tak pernah membagikan dividen, karena permodalan sudah cukup kuat, maka RUPST memutuskan untuk membagikan dividen pada pemegang saham. “Saya kira Bank Permata sudah cukup kuat dan lama sudah tak bagi dividen,” ungkapnya.

Tahun ini, perseroan akan memperkuat posisi direksi, dengan mengisi posisi Wakil Direktur Utama dan Plt. Direktur Utama sebelumnya dijabat oleh Herwidayatmo, diganti oleh Roy Arman, dan kini tengah menanti persertujuan dari Otoritas Jasa Keuangan selaku regulator.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank permata
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top