Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

MERGER BTN-MANDIRI: Jika Tidak Mendesak, Pemerintah Cenderung Menunda

Penggabungan PT Bank Tabungan Negara (persero) Tbk ke PT Bank Mandiri (persero) Tbk tidak dapat dipaksakan jika kebijakan itu berpengaruh pada pemerintahan yang akan datang.
Demis Rizky Gosta
Demis Rizky Gosta - Bisnis.com 24 April 2014  |  12:54 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Penggabungan PT Bank Tabungan Negara (persero) Tbk ke PT Bank Mandiri (persero) Tbk tidak dapat dipaksakan jika kebijakan itu berpengaruh pada pemerintahan yang akan datang.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan arahan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sangat jelas yakni kebijakan strategis yang mempengaruhi fiskal, penerimaan negara, dan ketenagakerjaan, harus dikaji dengan baik sebelum dilaksanakan.

 

Kebijakan seperti merger BTN-Mandiri, paparnya, tidak usah dilakukan jika tidak mendesak atau dapat menimbulkan dampak pada pemerintahan yang baru.

 

“Apabila tidak mendesak dan dapat menimbulkan pengaruh pada pemerintahan yang baru, misalnya [pemerintahan yang baru policy-nya berbeda] maka tidak usah dilakukan,” katanya, Kamis (24/4/2014).

Dia mengatakan rencana penggabungan BTN-Mandiri akan ditunda sampai ada koordinasi antara Menteri BUMN Dahlan Iskan dengan unsur pemerintahan lain khususnya Menteri Keuangan Chatib Basri.

“Saya sudah mendisposisi agar dilakukan rapat koordinasi, tetapi kan arah dari Presiden sudah jelas. Waktunya pendek, apalagi penolakan sudah cukup meluas,” tuturnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank btn
Editor : Yusran Yunus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top