Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

AKUISISI BTN: Kalangan DPR Mencium Ada Kepentingan Politis

Rencana akuisisi PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dinilai telah dipolitisasi oleh sejumlah pihak dengan target tertentu.
Herdiyan
Herdiyan - Bisnis.com 27 April 2014  |  21:13 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Rencana akuisisi PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dinilai telah dipolitisasi oleh sejumlah pihak dengan target tertentu. 

Anggota Komisi XI DPR,  Arif Budimanta mengatakan sebenarnya rencana tersebut tidak masalah sepanjang prosesnya transparan dan akuntabel.

“Transparansi dan tata kelola yang baik menjadi syarat utama. Akuisisi tidak masalah,” ujarnya Ahad  (27/4/2014).

Menurutnya, sejumlah manuver politik dilakukan oleh sejumlah pihak menyikapi rencana akuisisi tersebut. Bentuknya antara lain berupa aksi massa yang dikaitkan dengan momen Pemilu Presiden.

Hal semacam itu kontraproduktif dan justru merugikan kedua belah pihak, baik Bank BTN maupun Bank Mandiri sebagai perusahaan publik.

“Nantinya akan menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat. Sebaiknya jangan kaitkan dengan kontestasi politik,” katanya.

Pengamat perbankan dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Zakir Mahmud justru menilai akuisisi Bank BTN oleh Bank Mandiri akan memperkuat struktur perbankan di Indonesia.

“Jika struktur perbankan kita kuat, maka bank di Indonesia akan mampu bersaing, bukan hanya dengan bank asing yang beroperasi di Tanah Air, melainkan juga di tingkat regional,” ujarnya.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

btn akuisisi btn
Editor : Yusran Yunus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top