Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bukit Asam Genjot Kinerja Keuangan Saat Harga Batubara Rendah

Meski indeks harga batubara dunia sedang turun, PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA) mampu menggenjot kinerja keuangannya sepanjang kuartal I/2014.n
Herdiyan
Herdiyan - Bisnis.com 28 April 2014  |  10:25 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Meski indeks harga batubara dunia sedang turun, PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA) mampu menggenjot kinerja keuangannya sepanjang kuartal I/2014.

Sekretaris Perusahaan Bukit Asam Joko Pramono menuturkan peningkatan kinerja tersebut didukung oleh strategi optimasi penambangan dan strategi pemasaran dengan menerapkan 7 Market Brand.

Menurutnya, strategi tersebut mampu meningkatkan harga jual rata-rata tertimbang batubara Bukit Asam yang naik menjadi Rp733.396 per ton pada 3 bulan pertama tahun ini dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp613.810 per ton.

Kemudian, kinerja keuangan juga didukung oleh efisiensi melalui optimasi penambangan, di antaranya dengan mengoptimalkan pemakaian peralatan operasional yang menggunakan tenaga listrik.

“Apalagi, sejak 2012 semua peralatan operasional beserta penunjang di wilayah operasi Tanjung Enim yang menggunakan tenaga listrik beralih ke pemakaian tenaga listrik milik sendiri yang dihasilkan PLTU Tanjung Enim 3x10 MW,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (28/4/2014).

Sementara itu, sisa pemakaian tenaga listrik (excess power) dijual ke PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).

Demikian juga halnya di Pelabuhan Tarahan, Lampung. Sejak beroperasinya PLTU Pelabuhan Tarahan 2x8 MW milik sendiri akhir tahun lalu, seluruh peralatan operasional pelabuhan tidak lagi menggunakan listrik milik PLN dan excess power-nya malah dijual ke PLN.

Sebagaimana diketahui, Bukit Asam mencetak laba bersih Rp536,3 miliar sepanjang kuartal I/2014 atau naik 8,74% dari periode yang sama tahun lalu Rp493,18 miliar.

Dari sisi penjualan, Bukit Asam membukukan pertumbuhan sebesar 11,37% menjadi Rp3,09 triliun dari sebelumnya Rp2,77 triliun.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bukit asam pt bukit asam
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top