Bisnis.com, JAKARTA--Peraturan Bank Indonesia yang menetapkan pelaku industri perbankan untuk menyalurkan kredit bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebesar 20% menyebabkan persaingan di sektor tersebut kian sengit.
Ekonom The Indonesian Economic Intelligence Sunarsip mengatakan dengan adanya peraturan tersebut, pelaku industri perbankan berpotensi melakukan take over debitur dari kalangan UMKM.
“Ada bank yang tidak memiliki kompetensi pada kredit UMKM, jadi dia take over [UMKM] dari bank lain karena tidak mau ambil risiko,” ujarnya kepada Bisnis.com di Jakarta, Senin (19/5/2014).
Sunarsip menjelaskan para pelaku industri perbankan memiliki spesialisasi di bidang-bidang tertentu, sehingga tidak bisa digeneralisasi. Menurutnya, ada bank yang sengaja tidak menyetuh kredit UMKM karena tidak memiliki kompetensi di bidang tersebut.
Sementara itu, dalam peraturan BI Nomor 14/22/PBI/2012 tentang Pemberian Kredit atau Pembiayaan oleh Bank Umum dan Bantuan Teknis dalam Rangka Pengembangan UMKM menyebutkan bank secara bertahap menyalurkan kredit ke UMKM minimal 20% dari total kredit. Penyaluran kredit tersebut dilakukan secara bertahap hingga 2018.