Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

OJK: Asuransi Jiwa Akan Tumbuh Positif

Otoritas Jasa Keuangan menilai industri asuransi jiwa berpotensi tumbuh positif ke depan seiring peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Miftahul Khoer
Miftahul Khoer - Bisnis.com 20 Juni 2014  |  20:20 WIB
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman D. Hadad
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman D. Hadad

Bisnis.com, SURABAYA - Otoritas Jasa Keuangan menilai industri asuransi jiwa berpotensi tumbuh positif ke depan seiring peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ketua Otoritas Jasa Keuangan Muliaman D. Hadad menguraikan premi asuransi nasional rata-rata tumbuh 14,7% pada periode 2009-2013. Sedangkan kekayaan yang dikelola industri ini meningkat 20,9% per tahun.

“Investasi industri asuransi dan reasuransi sampai akhir 2013 Rp504 triliun, ini bukti industri ini sumber pembiayaan penting dalam pembangunan,” jelasnya pada ajang penganugerahan Top Agent Awards ke 27 Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia di Surabaya, Kamis (19/6/2014) malam.

Muliaman menguraikan dalam industri keuangan nonbank tersebut, asuransi jiwa memiliki posisi strategis. Asuransi jiwa per akhir 2013 investasi Rp227 trilliun atau 45% dari total aset dan investasi industri asuransi nasional.

“Sedangkan dari sisi premi industri, asuransi jiwa menyumbang 60%, sehingga sangat strategis. Makanya kami optimis pertumbuhan asuransi jiwa ke depan makin baik,” urainya. 

Meski secara industri menilai positif, Muliaman menilai industri asuransi menghadapi tantangan, terutama terkait dengan sumber daya manusia. Agen selaku garda depan pemasaran harus memberi informasi sebenar-benarnya ke nasabah.

“Jangan hanya promosi yang bagus-bagus saja, informasi polis harus jelas, bahkan bila perlu mendampingi saat mengurus klaimnya,” pesannya di hadapan pimpinan perusahaan dan agen asuransi tersebut.

Dia menilai bila agen menamamkan kepercayaan ke masyarakat maka industri asuransi jiwa tetap tumbuh positif. Terlebih data menyebutkan hanya 18% dari penduduk Indonesia tahu asuransi dan 12% di antaranya yang baru memanfaatkan.

Ketua AAJI Hendrisman Rahim menguraikan agen tersertifikasi menjadi salah satu kunci menjaga kualitas pemasaran asuransi. Oleh karena itu, sampai akhir 2015 asosiasi menargetkan ada 500.000 agen tersertifikasi.

“Sekarang di kisaran 300.000 tersertifikasi, tentu untuk mencapai target tersebut kami dorong anggota untuk merekrut agen terbaik kemudian sertifikasi,” jelasnya.

Di sisi lain, Top Agen Award ke 27 AAJI kemarin menobatkan Kenny Leonara dari AIA Financial sebagai agen terbaik alias top agent. Sedangkan terbaik kedua Tati Supatmo dari Equity Life Indonesia dan posisi ketiga Intan Dewi A. dari Sun Life Financial Indonesia.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asuransi jiwa
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top