Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kredit Bermasalah: NPL Sektor Konstruksi Paling Tinggi

Rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) di sektor konstruksi pada Juli 2014 mencapai 4,43%, paling tinggi di antara sektor lainnya.
Farodlilah Muqoddam
Farodlilah Muqoddam - Bisnis.com 12 September 2014  |  18:41 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) di sektor konstruksi pada Juli 2014 mencapai 4,43%, paling tinggi di antara sektor lainnya.

Pada periode sama, rasio NPL industri perbankan tercatat 2,13%.

Deputi Gubernur BI Halim Alamsyah mengatakan sektor lain yang mencatatkan rasio NPL tinggi adalah sektor pertambangan dan perdagangan.

Saat ini, BI sedang memantau lebih dekat kredit bermasalah di seluruh sektor yang dibiayai oleh bank untuk memotret kualitas kredit di industri perbankan secara keseluruhan.

“Untuk meneliti kualitas kredit yang special mention, apakah kemudian itu ternyata meluas ke seluruh wilayah,” katanya, Jumat (12/9/2014).

Menurut Halim, BI akan bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengambil langkah-langkah strategis guna mengendalikan NPL perbankan.

Di antara strategi yang dilakukan di antaranya adalah meminta bank-bank mengurangi ekspansi penyaluran kredit ke sejumlah sektor yang dinilai sedang bermasalah seperti sektor pertambangan di wilayah luar Jawa.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bi kredit macet npl
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top