Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Triwulan III, Kredit Bermasalah Perbankan Bisa Dikendalikan

Meski rasio kredit bermasalah pada triwulan III/2014 cenderung meningkat, tapi analis memprediksi besaran tersebut masih dapat dikendalikan oleh kalangan bankir.
Destyananda Helen
Destyananda Helen - Bisnis.com 15 Oktober 2014  |  20:46 WIB
Penyaluran kredit perbankan - Bisnis
Penyaluran kredit perbankan - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA—Meski rasio kredit bermasalah pada triwulan III/2014 cenderung meningkat, tapi analis memprediksi besaran tersebut masih dapat dikendalikan oleh kalangan bankir.

Analis UOB KayHian Securities Sonny John mengatakan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) dan special mention loans memang menunjukkan peningkatan tipis di paruh pertama 2014.

“Namun [besaran NPL tersebut] masih bisa dikendalikan,” tulis Sonny dalam keterangan tertulis yang dikutip Bisnis.com, Rabu (15/10/2014).

Sonny menuturkan masih terkendalinya rasio kredit bermasalah tersebut disebabkan pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang di Indonesia yang masih positif.

 Adapun dari data Statistik Perbankan Indonesia yang dipublikasikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pada paruh pertama tahun ini, NPL tercatat tumbuh tipis 30 basis points (bps) dari 1.8% di awal 2014 menjadi 2,1% di pertengahan tahun.

 Sonny menyebutkan dari 4 bank besar di Indonesia, peningkatan NPL terpantau dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk dan PT Bank Mandiri Tbk sebesar masing-masing 19 bps dan 16 bps quarter on quarter (qoq). Sementara, PT Bank Central Asia Tbk dan PT Bank Negara Indonesia mencatatkan kestabilan NPL qoq.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

npl
Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top