Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Laba Bersih Grup Maybank Terkoreksi Tipis

Laba bersih Grup Maybank pada kuartal III/2014 terkoreksi tipis sebesar 0,7% disumbang perlambatan ekonomi di Indonesia, lemahnya iklim investment banking regional, dan tingginya beban pajak.
Destyananda Helen
Destyananda Helen - Bisnis.com 29 November 2014  |  23:17 WIB
Laba Maybank tertekan.  -
Laba Maybank tertekan. -

 Bisnis.com, JAKARTA-- Laba bersih Grup Maybank pada kuartal III/2014 terkoreksi tipis sebesar 0,7% disumbang perlambatan ekonomi di Indonesia, lemahnya iklim investment banking regional, dan tingginya beban pajak.

Laba grup bank terbesar keempat di Asia Tenggara ini turun dari RM4,82 miliar pada September 2013 menjadi RM4,79 miliar atau sebesar Rp17,24 triliun di periode yang sama tahun ini.

Chairman Maybank Tan Sri Megat Zaharuddin mengatakan dalam sembilan bulan pertama tahun ini, merupakan masa yang penuh tantangan bagi institusi keuangan untuk bertumbuh. "Kami banyak dipengaruhi iklim eksternal seperti lemahnya iklim investment banking regional dan perlambatan di Indonesia," jelas Tan Sri dalam siaran pers yang diterima Bisnis, pekan ini.

Tan Sri berharap kondisi ekonomi akan kembali membaik pada tahun depan, sehingga perseroan bisa kembali menggenjot kinerja.

Terkoreksinya laba bersih tersebut juga disumbang pendapatan imbal jasa bersih yang turun 20,9% menjadi RM3,97 miliar. Sedangkan, fund based income naik 7,4% mencapai RM9,48 miliar. Akibatnya, pendapatan bersih grup juga turun 2,9% menjadi RM13,45 miliar.

Sementara itu, kredit grup meningkat 14,3% year on year (y-o-y) pada kuartal III/2014 didukung peningkatan operasional internasional yang naik 23,2%. Kredit di Indonesia juga tercatat tumbuh 15,6%. Adapun, di Malaysia, kredit tumbuh sebesar 9,1%.

Di sisi lain, dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun grup ini tercatat naik 11,2% yang ditopang pertumbuhan di Malaysia sebesar 12,8% dan 8,2% pada operasional internasional. Dengan pertumbuhan tersebut, loan to deposit ratio (LDR) grup berada pasa posisi 90,6%.

Tan Sri mengakui ada persaingan yang ketat dalam menghimpun DPK pada tahun ini. Namun, menurutnya, Maybank mengatasi hal ini dengan menjaga rasio current account saving account (CASA) terhadap total simpanan sebesar 34,5%. "Ini akan membantu mengurangi tekanan pada margin," kata dia.

Tercatat, net interest margin (NIM) grup turun tipis pada kuartal III/2014 menjadi 2,31% dari 2,39% di periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, President Group and Chief Excecutive Officer Maybank Datuk Abdul Farid Alias mengatakan pihaknya akan tetap fokus pada segmen yang menjadi keahlian perseroan.  "Secara bersamaan, kami akan melakukan serangkaian investasi di sisa tahun 2014, sambil mempersiapkan diri untuk 2015," ujar Datuk Abdul.

Adapun, dengan kinerja pada kuartal III/2014 tersebut, aset grup tercatat naik menjadi RM612 miliar dari RM560 miliar pada Desember 2013. Adapun, grup yang melayani 22 juta nasabah di seluruh dunia ini mencatatkan capital adequacy ratio (CAR) sebesar 16,08%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank grup maybank
Editor : Setyardi Widodo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top