Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perbankan Jatim Bukukan Prestasi Mengkilap, Ini Kata OJK

Otoritas Jasa Keuangan melaporkan kinerja bank perkreditan rakyat di Jawa Timur berhasil menorehkan prestasi di atas rerata nasional, meskipun perekonomian sedang memasuki masa sulit.
Wike Dita Herlinda
Wike Dita Herlinda - Bisnis.com 26 Januari 2015  |  17:29 WIB
Kantor Otoritas Jasa Keuangan - Antara
Kantor Otoritas Jasa Keuangan - Antara

Bisnis.com, SURABAYA - Otoritas Jasa Keuangan melaporkan kinerja bank perkreditan rakyat di Jawa Timur berhasil menorehkan prestasi di atas rerata nasional, meskipun perekonomian sedang memasuki masa sulit.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 3 Yunno Kusumo mengatakan pertumbuhan kredit perbankan di wilayah kerjanya pada 2014 mencapai 12,9%, alias naik dari Rp3,25 triliun pada 2013 menjadi Rp3,67 triliun tahun lalu.

“Itu pertumbuhan bank perkreditan rakyat [BPR]. Di regional 3 ini, ada 353 BPR, termasuk di Jatim, Bali, dan Nusa Tenggara. Jatim yang performanya paling baik. Kalau untuk bank umum, pusatnya ada di Jakarta,” ujarnya saat ditemui Bisnis, Senin (26/1).

Bank Indonesia Kantor Wilayah IV Jawa Timur sebelumnya memprediksi pertumbuhan kredit bank umum di provinsi tersebut bisa mencapai 15%-16% tahun ini, jauh di atas rerata pertumbuhan kredit BPR yang dipantau OJK Regional 3.

Namun, Yunno menjelaskan pertumbuhan BPR di regional 3—khususnya di Jatim—adalah salah satu yang terbaik di Indonesia. Hal tersebut didukung oleh geliat industri provinsi dengan pertumbuhan ekonomi terpesat di Pulau Jawa itu.

“Kalau pertumbuhan ekonomi di Jatim itu kan lebih bagus daripada pertumbuhan ekonomi rata-rata nasional. Jadi, kalau kita bicara BPR, ya di [Jatim] pertumbuhannya juga lebih tinggi dari rerata nasional,” jelasnya.

Performa perbankan provinsi beribu kota Surabaya itu, kata Yunno, juga terbilang sehat baik dari sisi pertumbuhan kreditnya, dana pihak ketiganya, pertumbuhan perekonomiannya, termasuk inflasinya yang lebih rendah ketimbang angka nasional.  

Dia menjelaskan penyaluran kredit di Jatim pada 2014 didominasi sektor perdagangan. Sebab, andalan ekonomi Jatim adalah perusahaan hotel dan restoran (PHR). Bagaimana pun, dia mengaku tahun lalu sebenarnya mulai banyak BPR yang kreditnya terganggu.

"Perekonomian nasional termasuk di Jatim kan mengalami penurunan. Nah, tentu penurunan itu memengaruhi kegiatan ekonomi termasuk perbankan. Artinya, dengan penurunan ekonomi itu, banyak juga [BPR di Jatim] yang menjadi seret pembayarannya.”

 

 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jawa timur
Editor : Bambang Supriyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top