Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

PELEMAHAN RUPIAH: Industri Perbankan Masih Tahan Banting

Di tengah pelemahan nilai tukar, Bank Indonesia menilai industri perbankan di Indonesia masih tahan banting untuk menjalankan bisnis.n
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 11 Maret 2015  |  20:35 WIB
PELEMAHAN RUPIAH: Industri Perbankan Masih Tahan Banting
Rupiah - Bisnis
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA--Di tengah pelemahan nilai tukar, Bank Indonesia menilai industri perbankan di Indonesia masih tahan banting untuk menjalankan bisnis.

Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia, Juda Agung menuturkan industri perbankan cukup resilient untuk menghadapi pergerakan nilai tukar. Dia  pun mengklaim likuiditas valuta asing bank tidak mengalami persoalan.

"Ada stress test yang regular, sampai pada kondisi yang sangat ekstrim dan bank-bank di Indonesia sangat kuat," katanya, baru-baru ini.

Sebelumnya, BI merilis skenario stress test dengan kondisi rupiah ada di Rp15.500, didapati hasil industri perbankan masih mampu menghadapi pelemahan nilai tukar, meski rasio kecukupan modal (capital adequacy  ratio/CAR) tergerus dalam batas yang terjaga.

Dalam kesempatan terpisah, Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk Jahja Setiaatmadja mengungkapkan pelemahan rupiah yang terjadi bakal meningkatkan biaya operasional bank. Dia mencontohkan bila bank berencana menambah automated teller machine (ATM) dan electronic data capture (EDC), maka harga barang-barang impor tersebut akan naik.

"ATM dan EDC kan berbahan impor, begitu juga dengan software. Jadi biaya akan meningkat, ini otomatis tercatat dalam inflasi," tuturnya.

Untuk memanajemen biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO), katanya, hal tersebut tergantung dengan kemampuan dan efisiensi yang dilakukan bank. Hingga 2014, BOPO BCA mencapai 62,43%, naik tipis dari posisi 61,52% pada 2013.

Di tengah pelemahan rupiah terhadap dolar, Jahja mengungkapkan BCA dominan menyalurkan fungsi intermediasi kepada perusahaan yang juga berpendapatan valas agar terjadi natural hedging.

Dia menuturkan bahwa BCA tidak akan agresif dalam pinjaman valas.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bca perbankan pelemahan rupiah dampak pelemahan rupiah
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top