Pembiayaan Pernikahan: Perlu Biaya Nikah? Coba Pinjam ke Sini

Banyak pasangan muda yang akhirnya memutuskan menunda pernikahan karena terkendala biaya. Beberapa terpaksa meredam keinginan menggelar pesta pernikahan impian mereka.
Wan Ulfa Nur Zuhra | 17 Maret 2015 11:29 WIB
Ilustrasi perkawinan - dingdongswedding.co.uk

Bisnis.com, JAKARTA--Banyak pasangan muda yang akhirnya memutuskan menunda pernikahan karena terkendala biaya. Beberapa terpaksa meredam keinginan menggelar pesta pernikahan impian mereka. Sebagian dari mereka yang memiliki aset, mungkin akan menjualnya demi membiayai pesta pernikahan yang tidak murah.

Melihat kondisi itu, Abraham Viktor, seorang konsultan manajemen di salah satu investment bank menangkap peluang bisnis sekaligus solusi bagi pasangan mudah yang ingin menikah namun terkendala biaya.

Sejak September 2014. Bram—begitu ia akrab disapa—mulai memikirkan model bisnis yang bisa dijalankan dari pembiayaan pernikahan itu.

Desember 2014, Bram secara resmi meninggalkan pekerjaannya dan fokus menggarap bisnis yang ia beri nama Wedlite itu.

Dengan investasi awal senilai Rp220 juta, Bram mendirikan PT Indonusa Bara Sejahtera.

Dalam menjalankan bisnisnya, Bram menjalin kerja sama dengan perusahaan pembiayaan atau multifinance yang memiliki bisnis pembiayaan multiguna.

“Momen ini pas dengan diperluasnya sektor pembiayaan oleh OJK [Otoritas Jasa Keuangan],” ungkap Bram.

Setelah melakukan presentasi model bisnis, dua multifinance yang dia datangi langsung setuju.

Sampai saat ini, ide Bram belum pernah mental.

Kedua multifinance yang melantai di bursas itu sepakat untuk menyalurkan pembiayaannya melalui perusahaan yang didirikan Bram dengan model bisnis dan sistem teknologi informasi yang dibangun sendiri oleh Bram.

Bram menjelaskan, untuk mendapatkan fasilitas pembiayaan pernikahan oleh Wedlite, calon nasabah bisa mendaftarkan dirinya langsung lewat situs resmi Wedlite.

Ada beberapa data yang harus diisi, termasuk besaran pembiayaan yang diajukan.

Setelah pengisian formulir selesai, data calon nasabah akan diproses.

Bram menyebutkan, pihaknya butuh dua hari untuk melakukan verifikasi dan mempelajari kebenaran data.

Setelah dua hari, calon nasabah akan diberi tahu apakah aplikasinya diterima atau ditolak.

“Kami akan melihat kesesuaian besaran pendapatan calon nasabah dengan nilai pembiayaan yang diajukan. Kalau gajinya sebulan Rp2 juta tetapi mengajukan Rp100 juta, itu kan tidak mungkin, jadi harus sesuai,” paparnya.

Jika aplikasi diterima, nasabah harus mengisi data vendor yang akan menerima pembayaran. Lalu, mengisi formulir pencairan dana, jika semuanya sudah selesai, Wedlite akan langsung melakukan pembayaran ke vendor yang datanya sudah diberikan oleh nasabah.

Wedlite tidak memberikan uang tunai kepada nasabah seperti layaknya kredit tanpa agunan (KTA) di bank, melainkan menyalurkan pembayaran langsung ke rekening vendor.

Menurut Bram, langkah itu diambil untuk memastikan pembiayaan yang disalurkan pihaknya memang benar digunakan untuk biaya pernikahan.

Meskipun secara resmi baru akan launching pada akhir Maret ini, sampai Februari tahun ini, Wedlite sudah menyalurkan pembiayaan kepada 17 nasabah dengan nilai masing-masing di kisaran Rp50 juta sampai Rp80 juta.

Wedlite memberikan bunga cicilan 1% per bulan dengan masa cicilan satu sampai tiga tahun. Bunga yang ditawarkan lebih kecil dari bunga kredit tanpa agunan di rata-rata bank di Indonesia.

Bram menyatakan pihaknya tidak membatasi besaran pembiayaan dan vendor yang dipilih.

“Tergantung pendapatannya, kalau hitung-hitungannya sesuai, kami akan salurkan. Untuk vendor juga tidak terbatas pada vendor rekanan kami. Bebas, vendor apa saja dan di mana saja,” katanya.

Dia mengklaim, model pembiayaan pernikahan yang dia jalankan adalah yang pertama di Indonesia.

Meskipun baru berdiri, Bram sudah memasang target cukup ambisius pada tahun ini.

Dia mematok target mampu menyalurkan pembiayaan bagi 100 pernikahan dalam satu minggu.

Bunga pembiayaan pun dipatok bisa lebih kecil.

Tahun ini juga, Bram akan melakukan ekspansi ke wilayah lain di luar Jakarta.

Untuk jangka panjang, Dia menargetkan bisa melakukan ekspansi ke luar negeri. Tujuan utamanya adalah Singapura.

Menurut observasi Bram, saat ini belum ada perusahaan yang menyediakan pembiayaan khusus pernikahan di Singapura. 

Tag : pembiayaan
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top