Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

PERTEMUAN FOMC: Fed Isyaratkan Pertahankan Suku Bunga Rendah

Sejumlah indikator perekonomian Amerika Serikat mensinyalkan kenaikan suku bunga acuan Fed funds rate takkan terjadi hingga paruh kedua tahun ini.
The Federeal Reserve/telegraph.co.uk
The Federeal Reserve/telegraph.co.uk

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah indikator perekonomian Amerika Serikat mensinyalkan kenaikan suku bunga acuan Fed funds rate takkan terjadi hingga paruh kedua tahun ini.
 
Kepala analis suku bunga dari Credit Suisse Group AG, Ira Jersey mengatakan the Fed akan mempertahankan pro suku bunga rendah (dovish) pada pertemuan Fed Open Market Committee (FOMC) kali ini.

“Komite akan tetap dovish, berbasis pada data perekonomian,” katanya seperti dikutip dari Bloomberg, Rabu (29/4).
 
Sejak Selasa (28/4) Bank Sentral AS menggelar pertemuan FOMC yang salah satu agendanya menentukan arah kebijakan moneter.

 

The Fed dijadwalkan merilis pernyataan resminya pada Rabu siang waktu setempat atau Kamis (30/4) dini hari WIB.
 

Pada hari yang sama, Pemerintah AS juga merilis pertumbuhan kuartal I/2015 yang diestimasikan hanya bertumbuh 1% secara year-on-year.

Sepanjang kuartal terakhir tahun lalu Negeri Paman Sam masih membukukan pertumbuhan sebesar 2,2%.
 
Sebelumnya data ketenagakerjaan AS selama Maret terkontraksi ke level terendah sejak Desember 2013. Bulan lalu, peningkatan jumlah pekerja hanya mencapai 126.000 sedangkan tingkat pengangguran berkutat pada level 5,5%, terendah sejak Mei 2008.
 
Ekonom menilai serangkaian data ini akan memberatkan langkah the Fed untuk menaikkan dosis moneternya dalam waktu dekat. Pasar sendiri telah memundurkan estimasinya terkait kenaikan Fed funds rate, dari semula Juni 2015 menjadi secepat-cepatnya September tahun ini. Tim riset Morgan Stanley bahkan memprediksi kenaikan suku bunga baru akan dimulai pada Desember 2015.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Yusran Yunus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper