Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PERTEMUAN FOMC: Fed Isyaratkan Pertahankan Suku Bunga Rendah

Sejumlah indikator perekonomian Amerika Serikat mensinyalkan kenaikan suku bunga acuan Fed funds rate takkan terjadi hingga paruh kedua tahun ini.
Ardhanareswari AHP
Ardhanareswari AHP - Bisnis.com 29 April 2015  |  20:18 WIB
The Federeal Reserve - telegraph.co.uk
The Federeal Reserve - telegraph.co.uk

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah indikator perekonomian Amerika Serikat mensinyalkan kenaikan suku bunga acuan Fed funds rate takkan terjadi hingga paruh kedua tahun ini.
 
Kepala analis suku bunga dari Credit Suisse Group AG, Ira Jersey mengatakan the Fed akan mempertahankan pro suku bunga rendah (dovish) pada pertemuan Fed Open Market Committee (FOMC) kali ini.

“Komite akan tetap dovish, berbasis pada data perekonomian,” katanya seperti dikutip dari Bloomberg, Rabu (29/4).
 
Sejak Selasa (28/4) Bank Sentral AS menggelar pertemuan FOMC yang salah satu agendanya menentukan arah kebijakan moneter.

 

The Fed dijadwalkan merilis pernyataan resminya pada Rabu siang waktu setempat atau Kamis (30/4) dini hari WIB.
 

Pada hari yang sama, Pemerintah AS juga merilis pertumbuhan kuartal I/2015 yang diestimasikan hanya bertumbuh 1% secara year-on-year.

Sepanjang kuartal terakhir tahun lalu Negeri Paman Sam masih membukukan pertumbuhan sebesar 2,2%.
 
Sebelumnya data ketenagakerjaan AS selama Maret terkontraksi ke level terendah sejak Desember 2013. Bulan lalu, peningkatan jumlah pekerja hanya mencapai 126.000 sedangkan tingkat pengangguran berkutat pada level 5,5%, terendah sejak Mei 2008.
 
Ekonom menilai serangkaian data ini akan memberatkan langkah the Fed untuk menaikkan dosis moneternya dalam waktu dekat. Pasar sendiri telah memundurkan estimasinya terkait kenaikan Fed funds rate, dari semula Juni 2015 menjadi secepat-cepatnya September tahun ini. Tim riset Morgan Stanley bahkan memprediksi kenaikan suku bunga baru akan dimulai pada Desember 2015.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

the federal reserve fomc
Editor : Yusran Yunus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top