Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BUMN Logistik Dilebur Jadi Satu

Presiden Joko Widodo melebur perusahaan pelat merah bidang logistik dengan membentuk holding baru untuk menekan tingginya biaya logistik nasional.
Sukirno & Hadijah Alaydrus
Sukirno & Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 22 Mei 2015  |  16:34 WIB

Bisnis.com, SURABAYA--Presiden Joko Widodo melebur perusahaan pelat merah bidang logistik dengan membentuk holding baru untuk menekan tingginya biaya logistik nasional.

Presiden Jokowi mengatakan peleburan badan usaha milik negara (BUMN) logistik, akan dilakukan terhadap empat PT Pelabuhan Indonesia (Persero), PT PAL (Persero), PT Dok dan Perkapalan (Persero). BUMN kemaritiman yang mendukung konsep 'tol taut' sebagai program Jokowi bakal dilebur menjadi satu holding logistik.

"Masih diproses terus untung dan ruginya. Kita perlu holding atau hanya konsolidasi dan sinergi antar BUMN, antar Pelindo. Yang jelas, sistemnya harus satu," ungkapnya disela-sela peresmian Pelabuhan Terminal Teluk Lamong, Surabaya, Jumat (22/5/2015).

Menurut Jokowi, saat ini pemerintah telah melebur BUMN logistik melalui sistem virtual. Pelindo I, II, III, dan IV, telah digabungkan ke dalam satu holding virtual yang nantinya akan ditingkatkan menjadi holding logistik terintegrasi secara nyata.

Integrasi sistem secara nasional bagi seluruh pelabuhan di Tanah Air, sambungnya, dapat menurunkan biaya logistik hingga 30%-50%. Sehingga, produk dalam negeri akan lebih murah dan daya saing barang ekspor akan meningkat.

Jika daya saing meningkat, katanya, eksportir asal Indonesia tentu dapat bersaing dengan produk-produk dari negara lain. Persaingan di pasar internasional juga bakal berdampak positif pada perekonomian di dalam negeri.

Untuk itu, Jokowi meminta kepada manajemen Pelindo untuk membangun pelabuhan-pelabuhan terintegrasi dengan kawasan industri serta membidik peluang untuk 50-100 tahun ke depan. Presiden telah dan akan meresmikan Pelabuhan Belawan Medan dan Kuala Tanjung di Sumatra Utara, Tanjung Priok di Jakarta, Teluk Lamong di Surabaya, New Port Makassar Sulawesi Selatan, dan Sorong Papua.

Seluruh pelabuhan-pelabuhan tersebut memiliki fasilitas lengkap dan terintegrasi dengan kawasan industri. Nantinya, semua pelabuhan yang menjadi hub, bakal terintegrasi secara sistem untuk mempermudah operasional.

"Saya sudah membayangkan dan menghitung bahwa biaya transportasi, biaya logistik kita akan jatuh mungkin bisa separuh atau sepertiganya," ungkap Presiden.

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengatakan peleburan BUMN logistik merupakan aksi korporasi yang positif. Dia menegaskan, peleburan dilakukan terhadap perusahaan pelat merah yang bergerak di sektor logistik nasional.

"Enggak menunjuk induk holding, tapi bikin baru," ujarnya.

Hal senada disampaikan Menteri BUMN Rini Mariani Soemarno. Menurutnya, pemerintah bakal menggabungkan BUMN yang berkaitan dengan program 'tol laut'. Konsep tol laut pada intinya adalah keinginan pemerintah untuk mempercepat konektivitas dalam rangka implementasi sistem logistik nasional melalui moda transportasi laut dari ujung barat ke timur Indonesia.

Penggabungan BUMN pelabuhan ke dalam satu holding itu memang telah digaungkan sejak 12 tahun silam. Namun, peleburan ini mulai serius digarap sejak era pemerintahan sebelumnya.

"Paling utama mengenai kemaritiman untuk merealisasikan tol laut, tentunya kita akan bangun pelabuhan-pelabuhan, mengembangkan pelabuhan-pelabuhan dibeberapa area di Indonesia," kata Rini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jokowi bumn holding bumn
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top