PMN 2016 Ditunda, Right Issue 4 BUMN Terhambat

Rencana penawaran saham baru (right issue) 4 BUMN dengan target dana sekitar Rp13 triliun pada tahun depan dipastikan tersendat karena DPR dan pemerintah memutuskan untuk menunda pemberian Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada BUMN.
Yodie Hardiyan | 02 November 2015 17:53 WIB
Rupiah - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA--- Rencana penawaran saham baru (right issue) 4 BUMN dengan target dana sekitar Rp13 triliun pada tahun depan dipastikan tersendat karena DPR dan pemerintah memutuskan untuk menunda pemberian Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada BUMN.

Seperti diketahui, DPR dan pemerintah sepakat untuk menunda pemberian PMN kepada 23 BUMN senilai Rp34,32 triliun dalam APBN 2016. Pemberian tambahan modal kepada BUMN diusulkan ditunda hingga pembahasan Rancangan APBN Perubahan 2016.

Dari 23 BUMN tersebut, 4 BUMN di antaranya merupakan perusahaan yang telah melantai di Bursa Efek Indonesia seperti PT Wijaya Karya (Persero) Tbk., PT Jasa Marga (Persero) Tbk., PT Krakatau Steel (Persero) Tbk., dan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk.

Empat BUMN itu diusulkan memperoleh PMN senilai Rp9,03 triliun dimana Wijaya Karya diusulkan memperoleh tambahan modal Rp4 triliun, Pembangunan Perumahan Rp2,25 triliun, Jasa Marga Rp1,25 triliun dan Krakatau Steel Rp1,5 triliun.

Penambahan modal dari negara kepada BUMN biasanya disertai proses right issue agar saham pemerintah tidak terdilusi. Dengan ditundanya pemberian PMN maka proses right issue dipastikan bakal tidak sesuai rencana semula.

Sekretaris Perusahaan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Iip Budiman mengatakan pihaknya akan mengikuti proses yang telah ditetapkan oleh DPR dan pemerintah yaitu pembahasan kembali dengan komisi terkait di DPR.

Dengan demikian, menurut Iip, pihaknya akan mengikuti kembali pembahasan PMN dalam APBN Perubahan 2016. Selain itu, Iip mengatakan sejauh ini belum terdapat pembahasan perubahan RKAP di Krakatau Steel.

“Untuk rencana investasi yang terkait dengan PMN, sedang kami lihat kembali prosesnya. Namun untuk investasi yang berkaitan dengan lender yang sudah siap tentu akan tetap dipertimbangkan,” katanya, Senin (2/11).

Sekretaris Perusahaan Jasa Marga Mohammad Sofyan mengatakan pihaknya masih menanti arahan dari kuasa pemegang saham terkait penundaan pemberian PMN tersebut. “Kami menunggu arahakan dari pemerintah dalam hal ini Kementerian BUMN.

Emiten berkode saham JSMR itu kini tengah menggarap 13 ruas jalan tol baru dengan nilai investasi sekitar Rp40 triliun dengan panjang 460 km. Sekitar 60 km telah beroperasi dan sisanya sekitar 400 km sedang dalam tahap pembangunan hingga 2019.

Terkait 13 ruas yang sebagian besar berada di pulau Jawa tersebut, Sofyan mengatakan pembangunan itu untuk mendukung program pemerintah terkait percepatan pembangunan jalan tol. “Untuk ruas-ruas itu telah ada pendanaannya,” kata Sofyan.

Tag : bumn, penyertaan modal negara, pmn, RAPBN 2016
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top