Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BANK MANDIRI: 2016, Kartu Debit Tumbuh Lebih Baik dari Kartu Kredit

Kecenderungan masyarakat menggunakan kartu debit masih lebih besar dibandingkan dengan kartu kredit sejalan dengan kebutuhan menabung masyarakat.
Ihda Fadila
Ihda Fadila - Bisnis.com 22 November 2015  |  23:20 WIB
BANK MANDIRI: 2016, Kartu Debit Tumbuh Lebih Baik dari Kartu Kredit
Bank Mandiri. - Jibiphoto

Bisnis.com, JAKARTA—Kecenderungan masyarakat menggunakan kartu debit masih lebih besar dibandingkan dengan kartu kredit sejalan dengan kebutuhan menabung masyarakat.

Direktur Consumer Banking PT Bank Mandiri (Perser) Tbk. Hery Gunardi mengatakan hal ini bakal terus berlanjut hingga tahun depan mengingat sebagian besar masyarakat Indonesia masih mengurungkan niatnya melakukan belanja konsumsi melalui kredit perbankan.

“Hampir setiap orang punya kartu debit, tetapi kartu kredit hanya 30%-nya, itu perbandingannya. Di Indonesia tidak makin cepat [kartu kredit], karena orang cenderung takut kredit,” katanya saat ditemui Bisnis.com.

Sejalan dengan hal tersebut, perseroan masih mematok pertumbuhan yang besar untuk bisnis kartu debitnya. Adapun kartu kredit diprediksi masih bertumbuh meski tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya.

Hery mengatakan hingga September 2015, jumlah kartu debit yang beredar sebanyak 12,8 juta, sedangkan kartu kredit 3,9 juta. Hingga akhir tahun, jumlah kartu debit ditarget sebanyak 13,2 juta dan kartu kredit 4,2 juta.

Tahun depan, pertumbuhan jumlah kartu debit diprediksi mencapai 15%-18%. “Kalau kartu kredit tumbuh juga, tetapi hanya sekitar 8%-10%,” ujarnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kartu debit
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top