Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SINERGI BUMN: PTPN VIII Terlibat Proyek Kereta Cepat

PTPN VIII memastikan akan ikut terlibat dalam proyek proyek kereta cepat Jakarta--Bandung dan pembangunan kawasan bisnis Walini di Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat yang akan ditangani oleh PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia.
Adi Ginanjar Maulana & Hedi Ardhia
Adi Ginanjar Maulana & Hedi Ardhia - Bisnis.com 25 November 2015  |  17:21 WIB
Pameran Kereta Cepat Model berfoto di samping miniatur kereta cepat dalam Pameran Kereta Cepat dari China - Antara
Pameran Kereta Cepat Model berfoto di samping miniatur kereta cepat dalam Pameran Kereta Cepat dari China - Antara

Bisnis.com, BANDUNG - PTPN VIII memastikan akan ikut terlibat dalam proyek proyek kereta cepat Jakarta--Bandung dan pembangunan kawasan bisnis Walini di Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, yang akan ditangani oleh PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia.

Direktur SDM dan Umum PTPN VIII Gunara mengatakan proyek yang memanfaatkan lahan perkebunan tersebut tidak akan dilewatkan karena sangat prospektif.

"Kami belajar proyek lama seperti TMII dan Hambalang itu kami lepas begitu saja dan tidak mendapatkan nilai tambah. Untuk itu, proyek kawasan bisnis dan kereta cepat ini menjadi kesempatan bagi kami ikut terlibat," katanya, Rabu (25/11/2015).

Menurutnya, saat ini belum ada kejelasan mengenai luas lahan PTPN yang akan digunakan untuk proyek tersebut, tetapi total area lahan milik PTPN di kawasan tersebut mencapai 3.000 hektare dan dianggap sudah tidak produktif lagi dijadikan lahan perkebunan teh.

Awalnya kawasan tersebut cocok untuk teh karena iklim alamnya sangat menunjang dengan suhu 26--30 derajat celcius. 

Akan tetapi, semenjak menjadi daerah lintasan Tol Cipularang, kawasan tersebut sudah berubah sehingga berdampak pada mandeknya produktivitas tanaman teh.

"Dulu produksi teh bisa mencapai 1.300 ton/hektare setahun. Sekarang turun menjadi 600-800 kilogram/hektare," ungkapnya.

Oleh karena itu, arahan Presiden agar BUMN mengoptimalisasi perannya untuk mendapatkan nilai maksimal dalam pengerjaan sebuah proyek, PTPN VIII akan bergabung dalam perusahaan konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia.

Perusahaan tersebut nantinya menjadi anak perusahaan PTPN VIII. Perusahaan baru itu akan membangun dan mengoperasionalkan kereta cepat Jakarta-Bandung. 

"Karena ini merupakan institusi bisnis yang secara hukum terpisah dengan PTPN VIII, maka apabila ada risiko bisnis, merekalah yang bertanggung jawab.

Dia mengklaim kehadiran PTPN  VIII dalam sinergi  BUMN proyek kereta cepat Jakarta--Bandung merupakan sebuah terobosan, karena nilai manfaatnya sudah bisa dihitung.

PTPN VIII yang selama ini bergerak di bidang perkebunan dan industri perkebunan, memiliki komoditas utama seperti karet, kopi, teh dan industri kebun yang masih berproduksi akan menopang kinerja perusahaan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kereta Cepat
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top