Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

OBLIGASI SYARIAH: Bank Syariah Mandiri Kembali Beli Sukuk Pemerintah

PT Bank Syariah Mandiri (BSM) kembali melakukan pembelian sukuk yang diterbitkan pemerintah melalui skema private placement.
Karyawan Bank Syariah Mandiri melayani nasabah disalah satu kantor cabang di Jakarta./ Bisnis-Rahmatullah
Karyawan Bank Syariah Mandiri melayani nasabah disalah satu kantor cabang di Jakarta./ Bisnis-Rahmatullah

Bisnis.com, JAKARTA--PT Bank Syariah Mandiri (BSM) kembali melakukan pembelian sukuk yang diterbitkan pemerintah melalui skema private placement.

Direktur Bisnis BSM Agus Dwi Handaya mengatakan pada Jumat (4/12) perseroan membeli sukuk pemerintah untuk kedua kalinya senilai Rp1 triliun. Penerbitan sukuk ini bertujuan untuk membiayai proyek-proyek pemerintah.

"Kami baru saja closed private placement dengan Kementerian Keuangan untuk sukuk project base Rp1 triliun. Jadi, totalnya sudah Rp2 triliun dalam tahun ini," ujarnya kepada Bisnis.com, Minggu (6/12/2015).

Agus memerinci, sukuk yang dibeli perseroan kali ini memiliki jangka waktu 25 bulan dengan maturity 25 Januari 2018. Adapun, yield yang diberikan sebesar 8,50% dengan settlement date 10 Desember 2015.

BSM, lanjutnya, bakal terus berpartisipasi untuk mendukung pembiayaan proyek pemerintah melalui pembelian sukuk base project. Tahun depan, kata Agus, anak usaha PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. ini juga berencana membeli sukuk pemerintah senilai Rp2 triliun hingga Rp3 triliun.

Adapun, berpartipasi dalam mendukung pembiayaan proyek pemerintah melalui pembelian sukuk adalah salah satu fokus perseroan untuk tahun depan. Selain itu, dari sisi pembiayaan, BSM masih mengandalkan segmen ritel dengan memperluas jaringan pelayanan mikro dan pembiayaan konsumen berbasis payroll serta pensiunan.

Dari sisi pembiayaan, BSM mencatatkan pertumbuhan sebesar 2,57% atau senilai Rp1,27 triliun menjadi Rp50,59 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp49,32 triliun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper