Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

2016, Askrindo Bidik Laba Bersih Rp1,3 Triliun

PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) menargetkan perolehan laba bersih senilai Rp1,3 triliun sepanjang 2016.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 09 Februari 2016  |  14:20 WIB
2016, Askrindo Bidik Laba Bersih Rp1,3 Triliun
PT Askrindo. - Bisnis.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) menargetkan perolehan laba bersih senilai Rp1,3 triliun sepanjang 2016.

Antonius CS Napitupulu, Direktur Utama Askrindo, optimistis pihaknya mampu merealisasikan target tersebut kendati kinerja ekonomi nasional belum akan meningkat signifikan dibandingkan tahun lalu.

Menurutnya, bisnis asuransi kredit pada tahun ini akan dapat digenjot pada sektor infrastruktur. Di sisi lain, jelasnya, sektor minyak dan gas masih belum akan bertumbuh signifikan seperti tahun lalu.

Karena itu, dia masih meyakini pihaknya mampu merealisasikan pertumbuhan laba yang bertumbuh 30% dibandingkan perolehan laba bersih pada 2015. “Target [laba bersih] Rp1,3 triliun. Kami optimistis bisa meningkat lagi meski tantangan ekonomi masih ada,” ungkapnya kepada Bisnis, pekan lalu.

Antonius mengungkapkan hingga akhir 2015 pihaknya berhasil merealisasikan laba bersih sekitar Rp1 triliun. Realisasi itu bertumbuh sekitar 49,25% dibandingkan laba bersih sepanjang 2014 yang tercatat sebesar Rp670 miliar.

Dia menjelaskan realisasi laba bersih itu terutama berasal dari lini bisnis asuransi kredit menengah dan penjaminan proyek atau suretyship. Menurut dia, penjaminan kredit usaha rakyat (KUR) mengalami penurunan sebab program pemerintah itu baru dimulai lagi pada September 2015. “Kinerja kami dominan berasal dari core business kami, yakni asuransi kredit dan penjaminan KUR,” ujarnya.

Antonius mengatakan dampak perlambatan ekonomi cukup terasa di sektor asuransi kredit pada tahun lalu. Berdasarkan catatan Bisnis, kondisi itu membuat klaim asuransi kredit Askrindo sampai November 2015 tercatat sebesar Rp1,4 triliun atau meningkat diatas 100% year to date.

Lonjakan klaim masih disumbang oleh segmen mikro, baik di lini bisnis KUR maupun Non KUR. Segmen tersebut menyumbang 60% dari total klaim. Pasalnya, mayoritas debitur segmen mikro adalah pedagang yang kewajiban membayarnya tersendat akibat perlambatan ekonomi.

“Masih dipengaruhi oleh NPL [non performing loan]perbankan yang tinggi karena ekonomi saat ini jadi berpengaruh,” jelas Antonius.

Karena itu, Antonius berharap pada tahun ini ekonomi tumbuh lebih baik sehingga kredit perbankan tumbuh positif dan rasio klaim lebih terkendali.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asuransi askrindo
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top