Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pembiayaan Adira Finance Turun 2%

Realisasi pembiayaan PT Adira Dinamika Multifinance pada awal kuartal kedua tahun ini menurun tipis jika dibandingkan realisasi pembiayaan pada periode yang sama tahun lalu.
Fitri Sartina Dewi
Fitri Sartina Dewi - Bisnis.com 18 Mei 2016  |  22:21 WIB
Pembiayaan Adira Finance Turun 2%
Adira Finance. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Realisasi pembiayaan PT Adira Dinamika Multifinance pada awal kuartal kedua tahun ini menurun tipis jika dibandingkan realisasi pembiayaan pada periode yang sama tahun lalu.

Presiden Direktur PT Adira Dinamika Multifinance (Adira Finance) Willy S. Dharma mengatakan realisasi pembiayaan per April 2016 menurun sebesar 2%. Pada April 2015 tercatat realisasi pembiayaan mencapai Rp9,5 triliun, sedangkan pada April 2016 penyaluran pembiayaan hanya Rp9,3 triliun.

“Belum ada pertumbuhan untuk pembiayaan sampai bulan April ini. Faktor utamanya memang disebabkan masih lesunya kinerja industri otomotif,” kata Willy, Rabu (18/5/2016).

Menanggapi penyaluran pembiayaan yang terus menurun, dia mengungkapkan tidak menutup kemungkinan Adira Finance akan melakukan revisi terhadap target pembiayaan pada tahun ini.

Dia menuturkan, pihaknya masih memiliki waktu sampai dengan dua bulan atau sampai dengan Juni untuk melakukan revisi terhadap target penyaluran kredit.

“Kami akan lihat dulu kondisi perekonomian dan kinerja industri otomotif menjelang dua bulan ini, karena kami masih punya waktu dua bulan untuk revisi target,” ujarnya.

Pada awalnya Adira Finance menargetkan bisa menyalurkan pembiayaan sebesar Rp35 triliun atau tumbuh sebesar 15% dibandingkan pembiayaan pada 2015 yang mencapai Rp30,5 triliun.

Lebih lanjut, dia menyatakan meskipun penyaluran pembiayaan masih menurun, Willy menegaskan Adira Finance masih tetap mampu untuk menjaga kestabilan non performing finance (NPF) yang berada pada level 1,8% atau relatif sama dengan tingkat NPF pada kuartal I/2016 yang juga berada di kisaran 1,8%.

Menurutnya, untuk mencegah adanya peningkatan terhadap kredit macet, Adira Finance menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan pembiayaan kepada konsumen. Selain itu, Adira Finance juga menerapkan strategi jemput bola dalam melakukan penagihan kepada debitur yang mengalami keterlambatan pembayaran angsuran.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

adira finance
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top