Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Perbesar Bisnis Pensiunan, Bank Mantap Sinergi dengan Induk

PT Bank Mandiri Taspen Pos atau Bank Mantap bersinergi dengan induk usahanya PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. untuk memperlebar bisnis pensiunan. Sinergi tersebut mencakup penyaluran kredit mikro berskema khusus melalui produk baru.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 04 Agustus 2016  |  00:16 WIB
Perbesar Bisnis Pensiunan, Bank Mantap Sinergi dengan Induk
Bank Sinar berganti nama menjadi Bank Mantap - Bisnis.com/Kristianto
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Mandiri Taspen Pos atau Bank Mantap bersinergi dengan induk usahanya PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. untuk memperlebar bisnis pensiunan. Sinergi tersebut mencakup penyaluran kredit mikro berskema khusus melalui produk baru.

Pada Rabu (3/8/2016), Bank Mantap dan Bank Mandiri meluncurkan produk Kredit Serbaguna Mikro Combo yang menyasar para pegawai negeri sipil (PNS) dan anggota TNI dan Polri.

Direktur Utama Bank Mantap Nixon L.P. Napitupulu mengatakan saat ini perseroan memiliki nasabah pensiunan sebanyak 10.000 nasabah, sedangkan Bank Mandiri, memiliki sekitar satu juta nasabah pensiunan.

“Perkiraan kami dengan produk ini Bank Mantap bisa mendapat 5.000 hingga 10.000 nasabah dari Bank Mandiri. Saat ini, kredit pensiunan paling tinggi pertumbuhan kreditnya di Bank Mantap,” ujarnya seusai perjanjian kerjasama produk Kredit Serbaguna Mikro Combo di Jakarta, Rabu (3/8/2016).

Melalui produk ini, kedua bank tersebut berbagi portofolio para PNS maupun pegawai institusi lain, di mana Bank Mandiri memberikan fasilitas kredit serbaguna mikro di masa aktif dan pengelolaannya dilanjutkan oleh Bank Mantap ketika memasuki masa purnabakti.

Nixon menyebutkan sepanjang tahun ini, perseroan memproyeksikan penyaluran kredit senilai Rp4,5 triliun hingga Rp6 triliun. Dari proyeksi tersebut, kredit pensiunan senilai Rp2,2 triliun hingga Rp2,5 triliun.

Adapun, hingga Juni 2016, bisnis kredit pensiunan memiliki porsi sekitar 30% dari kredit usaha mikro, kecil, dan menengah perseroan. Sedangkan segmen UMKM sebesar 70% dibandingkan total portofolio kredit perseroan.

Selain bersinergi dengan induk usaha, Nixon menyebutkan Bank Mantap juga berupaya meningkatkan penyaluran bisnis pensiunan melalui penurunan suku bunga kredit dan bekerjasama dengan perusahaan lain.

“Kami sedang membicarakan kerjasama dengan PT Asabri, tahun ini kemungkinan selesainya,” ujar Nixon.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bank Mantap
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top