Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Askrindo Jamin 53% Penyaluran KUR Sepanjang 2016

PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) menjamin sekitar 53% penyaluran kredit usaha rakyat atau KUR sepanjang 2016.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 14 Maret 2017  |  04:30 WIB
Askrindo Jamin 53% Penyaluran KUR Sepanjang 2016
PT Askrindo. - Bisnis.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) menjamin sekitar 53% penyaluran kredit usaha rakyat atau KUR sepanjang 2016.

Budi Tjahjono , Direktur Utama PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) menjelaskan pada tahun lalu plafon KUR senilai Rp100 triliun. Realisasinya per akhir Desember mencapai Rp96 triliun.

Dari realisasi tersebut, sebutnya, Askrindo menjamin penyaluran KUR senilai Rp52 triliun. “Jadi, penjaminan kita mencapai sekitar 53% dari total plafon tahun lalu,” ujarnya seusai menghadiri penandatanganan kerja sama anatar Askrindo dengan PT Bank Mandiri Tbk. (Persero), Senin (13/3/2017).

Budie menjelaskan pada tahun ini plafon KUR mencapai Rp110 triliun. Menurutnya, separuh dari penjaminan dari program kredit dengan subsidi pemerintah itu akan diberikan oleh Askrindo, sedangkan separuh lainnya akan ditanggung oleh Perum Jamkrindo.

Dia meyakini pihaknya masih mampu merealisasikan penjaminan tersebut kendatigearing ratio, atau rasio antara jumlah pinjaman dibandingkan dengan modal sendiri perusahaan, berpotensi meningkat tanpa dukungan penyertaan modal negara atau PMN.

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan No.84/2006 tentang Perusahaan Pembiayaan, gearing ratio dibatasi maksimal sepuluh kali. “Gearing ratio dengan plafon sekarang masih cukup, tanpa PMN,” ungkapnya .

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kur askrindo
Editor : Martin Sihombing
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top