PT AXA Mandiri : Produk Unit Linked Jadi Pilihan Utama

Unit-linked masih menjadi produk pilihan utama di perusahaan asuransi PT AXA Mandiri Financial Services atau AXA Mandiri, pasalnya kontribusi unit-linked mencapai 70%.
Asteria Desi Kartika Sari | 15 Maret 2017 20:33 WIB

Bisnis.com, JAKARTA— Unit-linked masih menjadi produk pilihan utama di perusahaan asuransi PT AXA Mandiri Financial Services atau AXA Mandiri, pasalnya kontribusi unit-linked mencapai 70%.

Kartono, Direktur Marketing dan Operasi AXA Mandiri mengatakan unit-linked masih paling diminati oleh masyarakat dibandingkan dengan produk proteksi yang lainnya.

“Portofolio kami memang masih banyak di unit-linked. Semakin lama investasinya artinya jangka panjang manfaatnya lebih besar dan charging-nya lebih murah,” kata Kartono, Kamis (15/3).

Kendati demikian, untuk produk unit-linked terdapat beberapa tantangan yang harus diwaspadai oleh industri asuransi, salah satu contoh adalah kondisi ketidak pastian ekonomi global yang dapat mempengaruhi kondisi perekonomian nasionl.

Lebih lanjut, dia mengatakan untuk produk proteksi atau tradisonal tetap mengalami kenaikan meskipun tidak lebih besar dari unit-linked. Saat ini, menurut Kartono, perusahaan akan menawarkan produk yang diterima dan menguntungkan masyarakat.

Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) per Desember 2016 menunjukkan pendapatan premi dari kontribusi unit-linked mencapai Rp90,78 triliun.

Guna menambah pemasaran, dia mengatakan perusahaan telah mengantisipasi untuk memasarkan produk melalui digital. Oleh karena itu, perusahaan akan menyusun strategi untuk ke arah digital.

Dia mengatakan perusahaan telah melakukan langkah-langah untuk mempersiapkan pola digital, misalnya untuk cara berkomunikasi, memberikan pelayanan kepada, dan bahkan menjual produk kepada nasabah akan dilakukan melalui digital, meskipun cara konvensional tetap masih akan dilakukan.

“Melalui strategi layanan yang kami perkenalkan dan produk yang kami perkenalkan, kami percaya nasabah kami akan tumbuh,” ujarnya.

Saat ini, AXA Mandiri juga telah menerapkan E-claim, yakni melakukan klaim asuransi melalui WhatsApp. Biasanya untuk melakukan klaim asuransi, nasabah harus mengumpulkan dokumen secara langsung, untuk saat ini menjadi lebih mudah dan efisien dengan melalui WhatsApp.

Henky Oktavianus, Director of Alternatif Channel AXA Mandiri mengatakan dengan bisnis digital memang akan lebih efisien, namun pihaknya tak memungkiri dari sisi infrastruktur akan mengeluarkan pembiayaan lebih banyak.

"Tapi dari sisi acquisition cost bisa kami reduce karena kami tidak perlu lagi tenaga sales, nasabah bisa langsung beli produk melalui digital," katanya.

Rencananya, pihaknya akan melakukan kerjasama dengan partner yang bergerak di bidang digital. Sejauh ini, kata Henky, terdapat lima mitra selanjutnya akan ditambah menjadi 20 mitra.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
axa mandiri

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup