NPF BNI Syariah Dipastikan Masih Aman

Direktur Utama BNI Syariah Imam Teguh Saptono menuturkan, NPF terbilang masih terjaga. Pasalnya, realisasi NPF tahun lalu tetap disertai dengan operasional perusahaan yang semakin efisien.
Dini Hariyanti | 16 Maret 2017 14:17 WIB
Ilustrasi: Karyawati PT Bank Negara Indonesia (BNI) Syariah melayani nasabah di Jakarta, Senin (6/3). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA--Tidak semua bank NPF-nya membaik seperti rasio pembiayaan bermasalah industri perbankan syariah.

Ada BNI Syariah yang membukukan pemburukan NPF gross dan net. Per akhir 2015, NPF gross perseroan 2,53% setahun kemudian menanjak ke kisaran 2,94%. Adapun NPF net dari 1,46% menjadi 1,64%.

Kendati demikian, Direktur Utama BNI Syariah Imam Teguh Saptono menuturkan, NPF terbilang masih terjaga. Pasalnya, realisasi NPF tahun lalu tetap disertai dengan operasional perusahaan yang semakin efisien.

“Efisiensi tampak dari penurunan rasio biaya operasional pendapatan operasional kami menjadi 87,67% per akhir tahun lalu,” katanya.

Adapun Statistik Perbankan Syariah (SPS) mencatat non-performing financing (NPF) alias rasio pembiayaan bermasalah gross pada pengujung tahun lalu sebesar 4,42%, sedangkan NPF net terjaga di level 2,17%.

Dalam tiga tahun terakhir, NPF gross tertinggi terjadi pada 2014 sebesar 4,95% dengan net 3,38%. Setahun kemudian, rasio pembiayaan bermasalah membaik ke kisaran 4,84% (gross) dan 3,19% (net).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bni syariah

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top