Teknologi Finansial: Digitalisasi Tidak Matikan Cara Konvensional

Perubahan teknologi dan perilaku pelanggan yang drastis membuat para pemain di industri layanan finansial harus mengubah cara berbisnis mereka secara signifikan.
Asteria Desi Kartika Sari | 31 Maret 2017 19:12 WIB
Ilustrasi - channelasia

Bisnis.com, JAKARTA- Perubahan teknologi dan perilaku pelanggan yang drastis membuat para pemain di industri layanan finansial harus mengubah cara berbisnis mereka secara signifikan.

Banyak yang beranggapan, masuk ke dunia digital adalah cara paling tepat untuk mengatasinya. Namun ternyata banyak yang mengalami dilema, antara terus memanfaatkan pendekatan konvensional dalam memberikan layanan terbaik bagi pelanggan atau mulai menggunakan platform digital sebagai salah satu layanan terdepan.

Noviady Wahyudi, Head of Customer Experience Bank CIMB Niaga menjelaskan bahwa 90% transaksi perbankan dilakukan branchless, hal ini membuat bank memanfaatkan teknologi dalam layanannya. Namun, bukan berarti pelayanan tradisional ditinggalkan oleh perbankan,

“Memang, 76% transaksi dilakukan melalui digital platform, namun 68% nasabah masih kembali ke kantor cabang ketika melakukan transaksi yang lebih rumit”, ujar Noviady, Jumat (31/3/2017).

Teguh Ariwibowo CEO dan Co-founder pinjam.co.id, salah satu perusahaan teknologi yang menyediakan jasa layanan keuangan mengatakan banyak orang di Indonesia yang belum mendapatkan akses ke bantuan finansial. Oleh karena itu, pihaknya menyediakan layanan untuk membantu masyarakat Indonesia dengan memberikan akses lebih mudah dan responsible melalui integrasi sistem offline dan online

" Sasaran financial inclusion adalah dengan menerapkan layanan mobile yang cepat didukung oleh digitalisasi, tetapi juga tidak melupakan pentingnya kerja sama dengan platform konvensional, seperti yang sudah dilakukan pinjam.co.id dengan kantor–kantor pos di Indonesia," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Lusi Liesdiani, Senior Vice President Digital Channel PT Asuransi Astra mengatakan bahwa layanan industri finansial saat ini mengalami berbagai tantangan, seperti kurangnya interaksi pelanggan.

“Apalagi generasi milenial ingin yang serba cepat, digitalisasi mulai berkembang, mau tidak mau kami harus melakukan digital strategy dengan melakukan branding service dan inovasi,” kata Lusi.

Berdasarkan tantangan tersebut, sejumlah peluang juga dapat diciptakan, salah satunya dengan memberikan akses melalui tekonolgi digital dalam melayani konsumen. Lusi menambahkan, strategi ini telah diterapkan dalam asuransi Astra melalui aplikasi garda mobile

Tidak hanya untuk melayani kebutuhan pelanggan, garda mobile juga dapat digunakan secara internal untuk meningkatkan produktivitas SDM, juga memberikan pelayanan yang lebih inovatif melalui survei pelanggan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
finansial

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top