KUR BNI Bergeser ke Pertanian

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. mencatatkan pergeseran segmen nasabah penerima kredit usaha rakyat.
Dini Hariyanti | 15 Mei 2017 16:57 WIB
BNI

 

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. mencatatkan pergeseran segmen nasabah penerima kredit usaha rakyat.

Pada tahun ini, sebagian portofolio kredit usaha rakyat (KUR) dari segmen nasabah ritel beralih kepada nasabah yang bergerak di sektor produktif seperti pertanian, perikanan,  perkebunan, dan lain-lain.  

General Manager Bisnis Kecil BNI Anton Siregar mengatakan pergeseran segmen nasabah ini mengakibatkan rata-rata nilai penyaluran kredit kepada debitur KUR menurun. Pasalnya, nilai kredit yang diminta debitur pada sektor tersebut pada umumnya lebih kecil dibandingkan debitur ritel.

Ticketing size berkurang, yaitu maksudnya jumlah rerata KUR yang disalurkan kepada debitur. Tahun lalu ticketing size Rp280 juta per orang, sekarang Rp190 juta,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (15/5)

Kendati rerata nilai penyaluran menyusut, tetapi dari BNI mencatatkan kenaikan jumlah debitur. Per 14 Mei 2017, jumlah debitur KUR bank pelat merah itu sekitar 67.954, jauh meningkat dibandingkan dengan posisi jumlah debitur pada akhir tahun lalu yang baru mencapai sekitar 64.000 debitur.

Emiten perbankan berkode saham BBNI ini mengaku akan terus mengubah profil penyaluran KUR. Sejalan dengan amanat pemerintah, perseroan mengaku akan memperbesar porsi KUR ke sektor produktif.  

Pemerintah menginginkan porsi KUR produktif bisa mencapai 40% dan BBNI mengaku terus mengarah ke level ini. Kini porsi KUR produktif perseroan baru sekitar 25%, dan ditargetkan akan mencapai kisaran 40% pada penghujung 2017.

Tag : bni, kredit usaha rakyat
Editor : Farodlilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top