Wimboh Santoso: Logikanya, Bunga Kredit Turun

Presiden Joko Widodo menginginkan agar tingkat suku bunga kredit dapat segera turun setelah Bank Indonesia melakukan pelonggaran moneter yang juga didahului dengan tren inflasi rendah.
Arys Aditya | 28 Agustus 2017 17:57 WIB
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) Wimboh Santoso memberikan keterangan kepada wartawan hasil rapat perdana DK OJK periode 2017-2022 di Jakarta, Kamis (20/7). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Joko Widodo menginginkan agar tingkat suku bunga kredit dapat segera turun setelah Bank Indonesia melakukan pelonggaran moneter yang juga didahului dengan tren inflasi rendah.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan secara logika, semestinya tingkat suku bunga bank bisa diturunkan. Pihaknya akan mendalami persoalan tersebut kepada perbankan.

"Logikanya, [suku bunga acuan] diturunkan, yang diikuti oleh penurunan suku bunga deposito, kenapa belum turun? Ya otomatis OJK diperlukan melihat kepada industri perbankan kenapa kendalanya," ujar Wimboh di Istana Merdeka sesuai menghadap Presiden Joko Widodo, Senin (28/8/2017).

Selain itu, dia mengatakan OJK tidak akan menempuh kebijakan pembatasan atau capping bunga deposito yang pernah dilakukan beberapa waktu lalu. Pasalnya, dia menilai situasi saat ini belum memerlukan langkah itu.

"Capping itu hanya dalam kondisi anomali, sekarang masih oke, suku bunga deposito sekarang masih average 6% masih ok. Sehingga nanti ke depan kalau capping itu kan temporer, kalau suku bunga ekstrem baru main, sekarang tidak kan?" ungkap Wimboh.

Dia memaparkan, transmisi suku bunga acuan umumnya akan terjadi dalam waktu 1-6 bulan sesuai review jatuh tempo deposito. Untuk itu, tuturnya, OJK akan melakukan komunikasi lebih awal.

Presiden Joko Widodo memanggil sejumlah menteri dan petinggi otoritas keuangan untuk membahas soal suku bunga.

Dari pantauan Bisnis.com, menteri yang hadir adalah Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Sri Mulyani serta Ketua DK Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso dan Gubernur Bank Indonesia Agus D.W. Martowardojo.

Selain itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimulnono, Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

Bank Indonesia pada pekan lalu menurunkan suku bunga acuan 7-Days Reverse Repo Rate dari 4,75% menjadi 4,5%. Rapat yang berlangsung sejak sekitar pukul 13.30 WIB ini hingga kini belum usai.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kredit, ojk, bunga kredit

Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top