Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gesek Kartu Kredit & Debit di Mesin Kasir Dilarang, Ini Komentar Bankir

Bank Indonesia melarang melakukan dua kali gesek kartu kredit dan debit di mesin kasih saat berbelanja. Kalangan bankir pun mendukung kebijakan tersebut.
Surya Rianto
Surya Rianto - Bisnis.com 05 September 2017  |  17:41 WIB
Gesek Kartu Kredit & Debit di Mesin Kasir Dilarang, Ini Komentar Bankir
Ilustrasi - Lifehacker

Bisnis.com, JAKARTA –Bank Indonesia melarang melakukan dua kali gesek kartu kredit dan debit di mesin kasih saat berbelanja. Kalangan bankir pun mendukung kebijakan tersebut.

Asosiasi Kartu Kredit Indonesia atau AKKI menyebutkan perlu langkah tegas untuk memberantas merchant yang masih melakukan double swipe pada transaksi nontunai dari kartu debit dan kredit di mesin kasir.

General Manager AKKI Steve Martha mengatakan, jika diperlukan, industri akan meminta bank untuk melakukan pemutusan hubungan kerja sama dengan merchant yang masih melakukan double swiping.

“Soalnya, itu kan untuk keamanan bersama, tetapi memang perlu dibicarakan lebih mendetail,” ujarnya kepada Bisnis pada Selasa (5/9).

Namun, Steve menuturkan, untuk tahap awal, win win solution untuk semua pihak terkait akan menjadi langkah yang harus ditempuh terlebih dulu.

Nah, kalau ada pihak yang tidak peduli, baru perlu diambil langkah yang lebih drastis,” tuturnya.

Steve menyebutkan, pihak AKKI sudah bicara dengan bank acquirer, atau bank yang melakukan kerja sama dengan pedagang untuk transaksi nontunai, untuk menyampaikan kepada mitra kerja samanya agar tidak melakukan double swipe.

“Soalnya, itu berisiko bagi pemegang kartu, bank, maupun merchant itu sendiri. Kemungkinan terjadinya kebocoran data sangat besar dan berpotensi menimbulkan fraud jika jatuh ke tangan orang yang tidak bertanggung jawab,” sebutnya.

Namun, dia menekankan, kasus masih maraknya double swipe itu tidak berhubungan dengan penjualan data nasabah lewat website. “Soalnya, kalau yang jual data kemarin bukan data valid, itu bukan data detail dari kartu kredit,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kartu kredit kartu debit
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top