Bank Mandiri Tawarkan Investasi ke Karya Seni

Bisnis.com, JAKARTA PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. mulai memperkenalkan pilihan investasi nonkonvensional di luar industri jasa keuangan kepada para nasabah premium. Beberapa alternatif yang ditawarkan adalah investasi ke perusahaan rintisan atau investasi ke karya seni.
Krizia Putri Kinanti | 26 September 2017 19:38 WIB
Nasabah prioritas banking mengamati kain batik yang dipajang saat peresmian fasilitas Mandiri Private Lounge di Plaza Bapindo, Jakarta, Senin (25/9). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. mulai memperkenalkan pilihan investasi nonkonvensional di luar industri jasa keuangan kepada para nasabah premium. Beberapa alternatif yang ditawarkan adalah investasi ke perusahaan rintisan atau investasi ke karya seni.

Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, pada tahap awal, perkenalan instrumen investasi yang tidak biasa itu ditawarkan kepada 400 nasabah premium.

“Kami berharap ajang ini dapat memperluas horizon nasabah premium kami dalam berinvestasi dan menempatkan aset mereka sehingga dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan kepada masyarakat luas,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (26/9/2017).

Dalam seminar bertajuk “Beyond Wealth” yang khusus ditujukan bagi nasabah premium yang diundang, emiten perbankan berkode saham BMRI tersebut menghadirkan sejumlah pembicara antara lain Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, pakar sharing economy atau collaborative consumption global Benita Matofska, Head of Industry Google Indonesia Jay Broekman, Co-Founder East Ventures Willson Cuaca dan CEO Moka Haryanto Tanjo.

Berbicara sebagai pembicara kunci, Bambang menyampaikan paparan terkait proyeksi ekonomi triwulan IV-2017 serta program-program pembangunan pemerintah dalam jangka menengah dan jangka panjang. Sedangkan Benita menyampaikan paparan tentang peluang berinvestasi pada model bisnis yang didasarkan pada konsep berbagi sumber daya (shared resources).

Sementara Jay Broekman, Willson Cuaca dan Haryanto Tanjo menyampaikan paparan mengenai peluang berinvestasi di bisnis startup, baik dari aspek pelaku industri startup,  maupun dari sisi investor. Mereka juga akan memberikan pandangan dan pengalaman mengenai tren perusahaan startup dengan memanfaatkan sarana digital untuk melakukan promosi dan edukasi, serta memberikan insight bagaimana bisnis wealth management memanfaatkan trend digital dan startup tersebut dalam hal investasi serta peningkatan kinerja bisnis.

Seminar ditutup di sesi terakhir dengan talkshow mengenai investasi pada karya seni yang mengundang Amir Sidharta, seorang kurator museum asal Indonesia. Saat ini ia mengelola balai lelang SIDHartA Auctioneer selain juga menjadi kurator Museum Universitas Pelita Harapan.

Saat ini, nasabah wealth management Bank Mandiri secara keseluruhan mencapai 51.192 nasabah dengan total dana kelolaan sebesar Rp169,1 triliun per Agustus 2017. Nilai tersebut tumbuh 14,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp147,2 triliun.

Tag : bank mandiri, wealth management
Editor : Farodlilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top