Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Bank Permata Mulai Genjot Kredit di Kuartal Ketiga

Bisnis.com, JAKARTA PT Bank Permata Tbk. mulai menggenjot penyaluran kredit setelah pada semester pertama lalu fokus pada upaya membereskan kredit bermasalah.
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 05 Oktober 2017  |  09:29 WIB
Bank Permata Mulai Genjot Kredit di Kuartal Ketiga
Aktris Nadia Mulya mencoba aplikasi E-Bond bank Permata di depan layar pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (11/9). - JIBI/Felix Jody Kinawan
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Permata Tbk. mulai menggenjot penyaluran kredit setelah pada semester pertama lalu fokus pada upaya membereskan kredit bermasalah. 

Direktur Keuangan Bank Permata Lea Kusuma Wijaya menuturkan, pada kuartal ketiga tahun ini perseroan mulai bergerak lebih ekspansif dalam menyalurkan kredit. 

“Memang kami pada waktu semester pertama masih fokus untuk memperbaiki fundamental, fokusnya memang masih untuk perbaikan kualitas aktiva produktif,” ujarnya di Jakarta beberapa waktu yang lalu. 

Lea menambahkan, sejak awal kuartal ketiga perseroan telah mulai lebih aktif bergerak menumbuhkan kredit dengan masuk ke segmen nasabah yang telah dikenal. Perseroan mengakui pertumbuhan kredit masih rendah, namun dinilai sudah sesuai jalur.

Selain mulai berekspansi dalam kredit, emiten perbankan berkode saham BNLI tersebut juga masih terus berupaya menjaga rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) berada di bawah 5% hingga akhir tahun.

Upaya pembersihan juga masih terus berjalan, dengan melanjutkan sejumlah strategi seperti restrukturisasi dan likuidasi kredit bermasalah. 

“Pada akhir tahun ini, kami akan terus jaga NPL gross di batas sesuai syarat OJK [Otoritas Jasa Keuangan],” ujarnya. 

Sebagai informasi, Bank Permata  melaporkan perolehan laba bersih per semester I/2017 senilai Rp621 miliar. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, perseroan mencatat kerugian sebesar Rp 836 miliar. 

Rasio kredit bermasalah atau NPL gross dan NPL net masing-masing tercatat sebesar 4,7% dan 1,8% per 30 Juni 2017. Angka ini membaik jika dibandingkan dengan kondisi pada akhir Desember 2016 yakni 8,8% dan 2,2%. 

Adapun, penyaluran kredit pada semester I/2017 tercatat turun 23% secara tahunan (yoy) atau negatif 3% dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank permata
Editor : Farodilah Muqoddam
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top