Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Monex Gaet Bank Mandiri Luncurkan Monex-Mandiri E-Money

PT Monex Investindo Futures meluncurkan Monex-Mandiri E-Money yang merupakan uang elektronik edisi terbatas hasil kolaborasi dengan PT Bank Mandiri Tbk.
Andry Winanto
Andry Winanto - Bisnis.com 25 Oktober 2017  |  17:33 WIB
Direktur Utama PT Monex Investindo Future  Ferhard Anas (dari kanan) bersama Komisaris Samuel Semarun, Head of Public Relation Omegawati, dan Komisaris Utama Deddy Saleh, mengamati replika kartu Monex Mandiri E-Money , di Jakarta, Rabu (25/10). - JIBI/Endang Muchtar
Direktur Utama PT Monex Investindo Future Ferhard Anas (dari kanan) bersama Komisaris Samuel Semarun, Head of Public Relation Omegawati, dan Komisaris Utama Deddy Saleh, mengamati replika kartu Monex Mandiri E-Money , di Jakarta, Rabu (25/10). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA – PT Monex Investindo Futures meluncurkan Monex-Mandiri E-Money yang merupakan uang elektronik edisi terbatas hasil kolaborasi dengan PT Bank Mandiri Tbk.

Presiden Direktur Monex Investindo Ferhad Annas mengatakan tujuan dari peluncuran uang elektronik ini adalah sebagai bentuk apresasi perseroan terhadap nasabah setianya.

“Nantinya pada badan kartu uang elektronik tersebut tertera identitas dari nasabah tersebut,” ujarnya dalam acara konferensi pers di Jakarta, Rabu (25/10/2017).

Ferhad melanjutkan, sebagai tahap awal, manajemen akan mengeluarkan Monex-Mandiri E-Money sebanyak 10 keping. Keputusan untuk meluncurkan uang elektronik dengan jumlah yang tergolong sangat terbatas tersebut berdasarkan pada 10 nasabah paling prioritas yang dimiliki oleh perseroan.

Kemudian, saat ditanya mengenai kemungkinan kerjasama dengan bank lain, Ferhad mengungkapkan hal tersebut bisa saja terlaksana asalkan bank tersebut telah mendapatkan izin dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi atau Bappebti sebagai bank penampung margin.

Sementara itu, total nasabah yang dimiliki oleh Monex Investindo berjumlah 5.000 orang. Dari jumlah tersebut, 200 orang diantaranya merupakan kategori nasabah prioritas yang mempunyai porsi mencapai 70% dari keseluruhan transaksi.

“Uang elektronik tersebut dapat digunakan digerai-gerai yang telah memiliki kerja sama dengan Bank Mandiri atau yang berlogo E-Money,” katanya.

Adapun, saldo yang tersimpan dalam 10 keping uang elektronik tersebut masing-masing senilai Rp1 juta. Dengan peluncuran kartu ini, Ferhad berharap, akan semakin banyak nasabah loyal yang akan terjaring oleh perseroan.

Dari sisi kenerja, hingga penghujung Oktober 2017, Monex Investindo telah mencatatkan jumlah transaksi sebanyak 800.000 lot. Adapun, target yang dipatok hingga akhir tahun diharapkan dapat menembus lebih dari 1 juta lot. Dalam rencana bisnis 2018, Monex Investindo menargetkan patokan yang sama dengan tahun ini, yakni dapat kembali mencetak transaksi sebanyak 1 juta lot.

Sementara itu, SVP TB Retail Sales Bank Mandiri Thomas Wahyudi yang dihubungi secara terpisah mengatakan, Monex-Mandiri E-Money merupakan uang elektronik edisi khusus yang diterbitkan oleh perseroan.

“Fungsinya sama seperti E-Money pada umunnya, hanya desainnya saja yang tailor made. Selama tidak melanggar hak cipta dan memenuhi persyaratan bisa kami akomodir” katanya.

Saat ini, tutur Thomas, E-Money dengan edisi khusus mempunyai pasar yang cukup signifikan dari total keseluruhan uang elektronik yang dikeluarkan oleh Bank Mandiri. Sebagai informasi, hingga September 2017, bank dengan kode emiten BMRI ini telah menyebar sebanyak 11 juta keping uang elektronik.

“[E-Money edisi khusus] Bisa mencapai 10-15% dari total kartu yang beredar saat ini,” ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

monex
Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top