Penyaluran KUR : Fintech Sambut Baik Bakal Dilibatkan. Tapi, Ini Masalahnya

Direktur Eksekutif Asosiasi Fintech Indonesia Ajisatria Suleman membenarkan pihaknya telah diajak berkomunikasi oleh pemerintah terkait rencana pelibatan fintech dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat.
Puput Ady Sukarno | 14 Februari 2018 17:49 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA -- Direktur Eksekutif Asosiasi Fintech Indonesia Ajisatria Suleman membenarkan pihaknya telah diajak berkomunikasi oleh pemerintah terkait rencana pelibatan fintech dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat.

"Iya, kita sudah diajak berbicara soal ini. Kalau fintech sih dukung-dukung saja program pemerintah," ujarnya, kepada Bisnis, Rabu (14/2/2018).

Namun demikian, Ajisatria mengingatkan bahwa persoalan sulitnya masyarakat mengakses kredit bukan semata terletak pada tinggi rendahnya suku bunga. Masalahnya, lanjut dia, lebih pada kemudahan dalam mendapatkan approval pengajuan kredit.

"KUR itu kan prinsipnya subsidi bunga, karena agar kreditnya murah. Akan tetapi permasalahan di lapanga itu bukan soal kreditnya yang mahal atau tidak, tapi approval-nya susah atau tidak. Buktinya, masih banyak kok orang mau kredit dengan dikasih bunga 1% per hari," ujarnya.

Ia mengakui dan akan mendukung program KUR tersebut karena memberikan bunga kredit yang lebih terjangkau bagi masyarakat sehingga memudahkan untuk mendapatkan akses permodalan.

Namun, kata Ajisatria, bagi industri fintech yang lebih penting bukan ukuran murah mahalnya kredit yang diberikan. Pertimbangannya lebih kepada keberadaan basis data assessment bagi yang mengajukan KUR tersebut.

"KUR itu penting tapi lebih penting basis data assessment itu ada atau tidak. Kalau data itu sudah ada, baru harga itu mengikuti. Jadi aksesnya yang lebih dulu. Baru tarifnya ngikut," ujarnya.

Pihaknya saat ini masih melakukan pembahasan dengan pemerintah terkait kejelasan rencana tersebut. Pasalnya, selama empat bulan ini masih belum ditemukan kesepakatan yang terbaik bagi kedua belah pihak.

"Kita sudah bahas ini selama empat bulan ini dengan kementerian, tapi commercial range-nya belum ketemu nih. Ya kalau KUR ya Alhamdulillah kan dapat subsidi bunga, ya kita enggak nolak," ujarnya.

Guna meningkatkan akses pelaku usaha mikro kecil dan menengah di Tanah Air terhadap layanan keuangan, pemerintah bakal melibatkan industri financial technology untuk dapat turut serta menyalurkan Kredit Usaha Rakyat.

"Pada 2018 ini, fintech akan diikutkan juga dalam skema penyaluran KUR," tutur Asisten Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Willem H. Pasaribu.

Hal itu disampaikan Willem di sela diskusi bertajuk Mendorong Terciptanya Inklusi Keuangan Melalui Pemanfaatan Sistem Digital, di Gedung Ali Wardhana, Kementerian Koordinator Perekonomian, Rabu.

Tag : kur, fintech
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top